Sebuah bangunan cagar budaya Gedung Duwur yang sudah berusia hampir 200 tahun di Kabupaten Indramayu dilaporkan ambruk. Kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan sejak awal, diperparah hujan deras dan angin kencang, hingga mengakibatkan sebagian atap roboh sebelum sempat dilakukan penanganan.
Gedung Duwur, sebuah bangunan yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) pada tahun 2025 yang berada di Kabupaten Indramayu, sebagian atapnya ambruk pada Sabtu sore, 28 Maret 2026. Sebelumnya bangunan tersebut mengalami kerusakan pada struktur dan belum mendapatkan perbaikan.
Peristiwa ini bermula saat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu sore, yang mengakibatkan bangunan bersejarah tersebut ambruk.
Baca Juga:Stabilitas Harga Bahan Pokok Jadi Prioritas – VideoKomisi II Sentil Perumda Farmasi Ciremai – Video
Pada keesokan harinya, petugas cagar budaya bersama TACB langsung meninjau lokasi dan mendapati kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Hasil peninjauan kemudian dilaporkan kepada pihak terkait.
Bangunan yang diperkirakan sudah berusia hampir 200 tahun ini memiliki nilai sejarah tinggi. Selain pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa kolonial Belanda, bangunan ini juga pernah digunakan sebagai fasilitas Palang Merah Hindia-Belanda, hingga akhirnya berada di bawah penguasaan militer setelah kemerdekaan.
Meski telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten sejak tahun 2025, upaya pelestarian menghadapi kendala serius, terutama dari sisi anggaran. Pada tahun 2026, anggaran untuk cagar budaya di Kabupaten Indramayu bahkan tercatat nol rupiah.
Sedangkan, untuk perbaikan diperkirakan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah, mengingat material bangunan yang sebagian besar masih menggunakan kayu jati asli berusia ratusan tahun. Saat ini, petugas terus melakukan pemantauan di lokasi guna mencegah potensi kerusakan lanjutan.
Sementara itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan status kepemilikan lahan dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Pihak cagar budaya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret guna menyelamatkan salah satu peninggalan sejarah penting di Indramayu.