RADARCIREBON.TV – Kabar baik datang dari polemik ‘Paspoortgate’ yang sempat menghebohkan sepakbola Belanda. Pemain asal Suriname, Tjaronn Chery, kini sudah bisa kembali berlatih bersama klubnya, NEC Nijmegen.
Sebelumnya, Chery sempat terseret dalam kasus administrasi kewarganegaraan yang membuatnya tidak bisa beraktivitas bersama tim. Namun, berdasarkan laporan media Belanda, ia kini telah kembali ke lapangan dan menjalani latihan seperti biasa.
Kepastian ini juga diperkuat oleh unggahan resmi NEC Nijmegen di media sosial. Klub tersebut menyambut kembalinya sang kapten dengan pernyataan singkat, menandakan bahwa situasi Chery sudah mulai membaik.
Baca Juga:Paspor 2 Pemain Timnas Indonesia Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Bermasalah di BelandaJay Idzes Jadi Sorotan Media Italia Usai Raih Pemain Terbaik PSSI Awards 2026
Masalah yang sempat menimpa Chery berkaitan dengan status kewarganegaraan dan izin kerja di kompetisi Eredivisie. Ia menjadi salah satu pemain yang terdampak aturan ketat terkait pemain non-Uni Eropa di Belanda.
Namun kini, situasinya berubah. Chery dilaporkan telah mendapatkan stiker Uni Eropa di paspornya, yang berarti ia sudah memperoleh izin tinggal dan kerja sementara. Hal ini membuatnya kembali memenuhi syarat administratif untuk beraktivitas di klub.
Kasus ini menjadi sorotan karena memiliki kemiripan dengan polemik yang juga menimpa sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Belanda. Nama-nama seperti Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens juga terdampak ‘Paspoortgate’.
Berbeda dengan Chery yang mulai menemukan solusi, para pemain Indonesia tersebut hingga kini masih belum bisa berlatih bersama klub masing-masing. Beberapa di antaranya bermain untuk Willem II, Fortuna Sittard, dan FC Emmen.
Awal mula kasus ini sendiri berasal dari laporan NAC Breda terhadap Dean James yang memperkuat Go Ahead Eagles. Setelah kalah telak 0-6, NAC Breda mempertanyakan kelayakan status pemain tersebut karena perubahan kewarganegaraan.
Laporan itu kemudian diproses oleh KNVB, yang menerima aduan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Meski pertandingan tidak diulang, dampaknya meluas ke banyak pemain dengan kasus serupa.
Permasalahan utama terletak pada aspek administratif, seperti izin kerja dan penyesuaian regulasi untuk pemain non-Uni Eropa. Hal ini membuat sejumlah pemain harus “diparkir” sementara hingga status mereka jelas.
