Etika dalam Kecerdasan Buatan (AI): Prinsip Belmont dan Tantangan di Era Digital

Artificial Intelligence, AI
Artificial Intelligence, AI. Foto:(Pinterest/Jameel Khan)
0 Komentar

  • Distribusi merataSetiap individu mendapatkan bagian yang sama tanpa adanya perlakuan khusus.
  • Berdasarkan kebutuhanPembagian disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan masing-masing individu atau kelompok.
  • Berdasarkan usahaIndividu yang berkontribusi lebih banyak usaha dapat memperoleh manfaat lebih besar.
  • Berdasarkan kontribusi sosialManfaat diberikan dengan mempertimbangkan peran atau kontribusi seseorang terhadap masyarakat.
  • Berdasarkan pencapaianPembagian dilakukan sesuai dengan prestasi atau kemampuan yang dimiliki individu

UNESCO sebagai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah mengeluarkan sebuah rekomendasi mengenai etika pada artificial intelligence pada November 2021. Rekomendasi ini disusun dengan menitikberatkan kepada kepentingan hak asasi dan martabat manusia. Rekomendasi ini dituliskan sebagai empat nilai utama, antara lain:

  1. Hak asasi manusia dan martabat manusia.Menghormati, melindungi, dan memajukan hak asasi manusia serta kebebasan dasar dan martabat manusia.
  2. Hidup dalam masyarakat yang damaimasyarakat yang damai, adil, dan saling terhubung. Teknologi yang dikembangkan harus mendukung agar masyarakat terlindungi. Salah satu hal yang dikawatirkan terabaikan dengan AI adalah mengenai hak privasi data pribadi.
  3. Memastikan keragaman dan inklusivitas.Data yang digunakan oleh AI diharapkan tidak memihak kepada ras, negara atau suku tertentu. Selain itu juga hasil dari AI diharapkan tidak akan timpang sebelah dan merendahakan kepada ras, negara dan suku tertentu.
  4. Lingkungan dan ekosistem yang berkembang.Isu yang dalam beberapa tahun belakangan ini sering digaung-gaungkan oleh pemerintah hampir disemua negara adalah mengenai keberlanjutan (sustainability). Teknologi AI yang dikembangkan harus dapat mendukung isu ini.
0 Komentar