Harga plastik yang terus melejit membuat pedagang kaki lima, seperti penjual es, menjerit. Tak hanya itu, pedagang es juga kerap mendapatkan komplain dari pembeli yang kaget dengan naiknya harga es. Akibatnya, mereka terpaksa menjual dengan harga normal yang berdampak terhadap omzet yang turun drastis. Kantong plastik maupun kemasan plastik memang menjadi barang baku bagi masyarakat. Namun, kenaikan harga plastik yang kian melejit membuat pedagang kaki lima harus menjerit. Pasalnya, mereka dibuat dilema dengan harga barang dagangannya yang harus naik ataupun tetap, dengan risiko keuntungan terkikis. Seperti yang dialami penjual es di sekitar Pasar Pagi Kota Cirebon, yang kerap mengeluh karena banyaknya pembeli yang komplain dengan naiknya harga jual. Akibatnya, mereka pun terpaksa menjual kembali dengan harga biasa, meskipun omzetnya turun drastis. Pedagang kecil hanya bisa menerima keadaan saat ini dengan risiko minim keuntungan di tengah harga plastik yang melonjak tinggi. Pedagang kecil berharap kenaikan harga plastik bisa kembali normal karena pedagang tidak bisa menaikkan harga jual es, yang tetap dijual antara 4 ribu rupiah menggunakan plastik dan 5 ribu rupiah dengan kap.