Ketergantungan pada Voltase Aki (Baterai): Sistem Power Assist mengambil daya secara langsung dari aki utama motor (YTZ6V). Jika tegangan aki menurun di bawah standar (kurang dari 12,4 Volt), sistem hibrida (EPAS) tidak akan berfungsi, meskipun mesin bensin tetap dapat berjalan normal.
Risiko Kerusakan Komponen Elektrikal: Seperti halnya kendaraan dengan tingkat komputasi kelistrikan yang tinggi (Smart Key dan ECU yang terhubung dengan SMG), pemilik sangat tidak disarankan untuk melakukan modifikasi kelistrikan sembarangan, seperti memotong kabel untuk memasang lampu tambahan yang tidak sesuai standar pabrik. Modifikasi ilegal berpotensi menghanguskan garansi 5 tahun kelistrikan yang diberikan Yamaha.
Peningkatan Kestabilan Berkendara: Dari segi keselamatan fisik, Yamaha meningkatkan tapak roda dengan menggunakan ban tubeless lebar berukuran 110/70-12 di lingkar roda 12 inci pada varian Smart (sementara varian standar tetap menggunakan lingkar 14 inci). Profil ban yang lebih lebar meminimalisasi risiko selip saat bermanuver di aspal basah atau jalan berpasir. Kendaraan ini juga telah dilengkapi lampu Hazard untuk kondisi darurat.
Baca Juga:Mau Untung dari Emas? Inilah Cara Menabung Emas Antam untuk Para Pemula Biar Cuan MaksimalMobil Listrik BYD Atto 1 di Thailand dengan Jangkauan Jarak Lebih Jauh
Alternatif Skutik di Kelas Harga Rp 20 Jutaan
Konsumen yang berada pada rentang anggaran Rp19 juta hingga Rp23 juta saat ini dihadapkan pada persaingan pasar yang sangat ketat. Berdasarkan peta persaingan otomotif Indonesia di April 2026, berikut adalah beberapa perbandingan alternatif:
Honda Vario 125: Dibanderol mulai Rp23 jutaan, Vario menawarkan mesin 125cc berpendingin cairan (liquid cooled) yang lebih stabil untuk perjalanan jarak jauh antar kota, berbeda dengan sistem pendingin udara pada Gear Ultima. Namun, Vario 125 versi standar tidak memiliki sistem hibrida.
Yamaha Fazzio Hybrid: Jika pengguna mencari estetika retro atau gaya skena, Fazzio dengan mesin yang sama (Blue Core Hybrid 125cc) dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi. Gear Ultima menang dalam aspek ketangguhan bodi, dek kaki yang lebih tahan benturan, dan pijakan kaki anak ekstra.
Honda Scoopy 2026: Sebagai pemimpin pasar skutik retro, Scoopy menawarkan sasis eSAF yang ringan dengan harga Rp22 jutaan. Perbedaannya, tenaga mesin Scoopy hanya 110cc dan tidak menggunakan power assist hibrida.
