RADARCIREBON.TV- Beberapa hari terakhir, warga Cirebon dan sekitarnya mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas dan menyengat, bahkan sejak pagi hari.
Kondisi ini memicu berbagai pertanyaan di masyarakat, terutama mengenai kapan sebenarnya musim kemarau akan dimulai secara resmi di wilayah tersebut.
Fenomena panas yang dirasakan warga bukan tanpa alasan. Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, peningkatan suhu di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk pesisir utara Jawa seperti Cirebon, merupakan bagian dari masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.
Baca Juga:Pinjam Uang Nggak Perlu Ribet Lagi! Lewat Aplikasi DANA, Kini Bisa Ajukan Dana Pinjam Hingga Puluhan JutaBingung Pilih Investasi untuk Hari Tua? Ini Perbandingan Emas vs Reksa Dana yang Wajib Kamu Tahu!
Prediksi Kapan Musim Kemarau Resmi Dimulai
Pada periode pancaroba, cuaca cenderung tidak menentu. Pagi hingga siang hari biasanya terasa sangat panas, sementara sore atau malam hari masih berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan di Cirebon mulai berkurang, sementara suhu udara terus meningkat, menandakan pergeseran menuju musim kemarau semakin dekat.
BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau di Indonesia tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah. Untuk daerah Jawa Barat, termasuk Cirebon, awal musim kemarau umumnya diperkirakan mulai terjadi antara bulan April hingga Mei. Meski demikian, waktu pastinya dapat berbeda tergantung pada kondisi atmosfer dan dinamika iklim global.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi cuaca saat ini adalah pergerakan angin monsun serta suhu permukaan laut di wilayah Indonesia. Ketika angin dari Australia mulai mendominasi, udara yang dibawa cenderung lebih kering, sehingga mengurangi potensi hujan dan meningkatkan suhu udara di daratan.
Selain itu, minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir juga membuat radiasi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan. Hal inilah yang menyebabkan suhu terasa lebih panas dari biasanya, terutama pada siang hari.
Warga Cirebon pun mulai merasakan dampak dari kondisi cuaca ini. Aktivitas di luar ruangan menjadi lebih melelahkan, dan banyak orang mengaku lebih cepat merasa haus serta mudah lelah. Pedagang minuman dingin dan es pun mengaku mengalami peningkatan penjualan dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyegarkan diri.
