RADARCIREBON.TV- Harga minuman dalam kemasan alias AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) sekarang mulai terasa naik di pasaran. Kalau belakangan kamu merasa harga air mineral kemasan agak lebih mahal dari biasanya, ternyata itu bukan perasaan doang. Memang ada kenaikan, dan ini diakui langsung oleh Ketua Umum ASPADIN, Firman Sukirman.
Menurut Firman, kenaikan harga ini nggak bisa dihindari. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga bahan baku plastik yang sekarang lagi tinggi-tingginya, bahkan bisa dibilang sudah nggak normal lagi. Selain mahal, bahan bakunya juga mulai langka, jadi makin bikin pusing para produsen.
Harga AMDK Mulai Naik di Pasaran
Firman menjelaskan kalau kenaikan harga ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak minggu lalu, bukan baru sekarang.
Baca Juga:Terbaru! Top Skor Liga Champions 2026 Memanas! Mbappé Terancam Disalip KaneKabar Terbaru! Bantuan Langsung Tunai (BLT Kesra) Resmi Berakhir, Ini Bansos yang Masih Cair di 2026
- Kenaikan sudah mulai terjadi di tingkat produsen
- Sekarang dampaknya mulai terasa sampai ke konsumen di ritel
- Rata-rata kenaikan sekitar Rp2.000 – Rp3.000 per karton
- Berlaku untuk kemasan gelas isi 24 maupun 48
Meskipun terlihat kecil, kalau dihitung dalam jumlah besar, dampaknya tetap cukup signifikan, apalagi untuk pelaku usaha.
Penyebab Utama: Harga Plastik Melonjak
Masalah utama dari kenaikan ini ada di bahan baku plastik. Harganya sekarang melonjak cukup ekstrem.
- Kenaikan harga plastik rata-rata sudah di atas 10%
- Bahkan dalam kondisi tertentu bisa tembus 30% sampai 70%
- Kenaikan ini dianggap tidak wajar oleh pelaku industri
Dengan kondisi seperti ini, perusahaan nggak bisa lagi menutup biaya hanya dengan efisiensi internal. Mau nggak mau, harga jual juga ikut disesuaikan.
Bahan Baku Langka, Produksi Terancam
Nggak cuma mahal, bahan baku plastik juga mulai langka. Ini jadi masalah serius karena bisa mengganggu proses produksi.
- Pasokan bahan baku mulai sulit didapat
- Produksi berpotensi terganggu dalam waktu dekat
- UMKM jadi pihak yang paling rentan terdampak
Firman bahkan mengingatkan, kalau kondisi ini terus berlanjut, bukan nggak mungkin beberapa pelaku usaha kecil terpaksa berhenti produksi dalam beberapa bulan ke depan.
Upaya Industri Sudah Dilakukan, Tapi Belum Cukup
Sebenarnya, para pelaku industri sudah mencoba berbagai cara untuk menahan dampak kenaikan ini.
