Kalau tujuannya buat investasi, minimal carilah yang kadar 70% ke atas. Kenapa? Karena toko emas lebih gampang nerima dan harganya lebih stabil. Kalau beli yang terlalu “muda”, pas dijual lagi harganya seringkali anjlok parah karena potongannya besar.
4. Risiko Kerusakan dan Kehilangan
Namanya juga barang yang dipakai sehari-hari, risikonya ya kalau nggak rusak, ya hilang. Kalau rantai kalungmu putus atau permata di cincinmu copot, harganya pasti bakal dipotong lagi pas dijual. Belum lagi risiko kriminalitas kayak dijambret atau hilang karena teledor.
Beda sama emas batangan yang biasanya cuma diem di tempat aman, perhiasan punya mobilitas tinggi yang bikin nilai risikonya naik. Jadi, pastikan kamu juga siap sama risiko “nyesek” kalau perhiasan kesayanganmu kenapa-napa.
Baca Juga:Fakta di Balik Motor Listrik SPPG, Anggaran Disaring, Dadan Hindayana Buka Fakta Sebenarnya!Jadwal Lengkap & Lawan Berat! Timnas Indonesia U-17 Hadapi Australia hingga Vietnam di AFF 2026
Tips Biar Tetap Cuan (Atau Minimal Gak Rugi Banding)
Kalau kamu tetap keukeuh pengen investasi lewat perhiasan, ada beberapa strategi biar nggak rugi-rugi amat:
1. Pilih Model yang Simpel: Hindari perhiasan yang banyak mata (permata/berlian sintetis) atau ukiran yang ribet. Semakin simpel modelnya, biasanya ongkos bikinnya makin murah. Jadi, pas dijual lagi, potongannya nggak bikin nangis.
2. Simpan Surat-Suratnya: Ini wajib! Tanpa surat atau nota pembelian, toko emas bakal curiga itu barang curian atau mereka bakal kasih harga beli yang sadis banget. Simpan nota di tempat yang aman dan nggak lembap biar tulisannya nggak hilang.
3. Jual di Tempat yang Sama: Biasanya, toko emas bakal kasih harga lebih bagus kalau kamu jual balik barang yang dibeli dari toko mereka sendiri.
4. Jangka Panjang: Jangan beli hari ini, jual bulan depan. Pasti rugi. Emas itu buat simpanan minimal 3-5 tahun ke atas biar kenaikan harga emas dunia bisa nutupin biaya potongan tadi.
Jadi, Perhiasan Itu Investasi atau Bukan?
Kalau kita bicara secara teknis finansial, perhiasan emas itu lebih tepat disebut sebagai tabungan gaya hidup atau aset cadangan, bukan instrumen investasi murni.
Kalau kamu pengen benar-benar nyari keuntungan maksimal dari kenaikan harga emas, emas batangan (LM) tetap juaranya karena nggak ada ongkos bikin dan harganya standar global.
