Grafik Harga Emas Antam 9 April 2026: Hari Ini Turun, Investor Perlu Waspada

Ilustrasi emas
Ilustrasi emas Foto : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas hari ini turun cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas Antam tercatat turun sebesar Rp 50.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.900.000 menjadi Rp 2.850.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan di pasar emas dalam jangka pendek, yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti pergerakan dolar AS dan kondisi geopolitik.

Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali juga mengalami penurunan lebih dalam. Harga buyback turun Rp 59.000 per gram, dari Rp 2.664.000 menjadi Rp 2.605.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga beli dan harga jual kembali (spread) saat ini mencapai Rp 245.000 per gram.

Baca Juga:Emas Perhiasan vs Emas Batangan, Mana Lebih Untung? Ini PenjelasannyaKilau Emas di Ujung April 2026: Antara Lonjakan Baru atau Koreksi Tajam? Ini Prediksi dan Faktor Penentunya

Perlu dipahami bahwa Antam menetapkan dua jenis harga dalam transaksi emas, yaitu harga jual (saat membeli emas) dan harga buyback (saat menjual kembali emas). Selisih yang cukup besar ini menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan oleh investor.

Sebagai contoh, jika seseorang membeli emas hari ini seharga Rp 2.850.000 per gram, lalu menjualnya kembali di hari yang sama, maka harga yang diterima hanya Rp 2.605.000 per gram. Artinya, secara instan investor akan mengalami kerugian karena adanya selisih harga tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa emas batangan lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang, bukan untuk trading jangka pendek. Keuntungan baru akan terasa jika harga emas mengalami kenaikan signifikan dalam periode waktu tertentu sehingga mampu menutup selisih harga beli dan jual.

Jika melihat data historis, investasi emas memang memberikan hasil yang beragam tergantung waktu pembelian. Investor yang membeli emas dalam jangka pendek justru mengalami kerugian. Misalnya, pembelian pada 2 April 2026 mengalami kerugian sekitar 10,85 persen, sementara pembelian pada 9 Maret 2026 bahkan merugi hingga 14,28 persen.

Namun, tren berbeda terlihat bagi investor jangka panjang. Pembelian emas pada April 2025 menghasilkan keuntungan sekitar 43,76 persen, bahkan pembelian pada Juli 2024 mampu memberikan imbal hasil hingga 87,54 persen. Ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik dalam jangka panjang.

0 Komentar