Tekanan tambahan datang dari peningkatan ekspor Nigeria, meskipun proyeksi produksi jangka panjang negara tersebut justru menurun. Di sisi lain, Pantai Gading memperkirakan produksinya akan turun lebih dari 10% pada musim 2025/26.
Lembaga keuangan seperti Rabobank juga memangkas proyeksi surplus kakao global, menunjukkan potensi pengetatan pasokan. Namun, International Cocoa Organization (ICCO) justru menaikkan estimasi surplus untuk musim 2024/25, yang menjadi faktor penahan kenaikan harga.
