RADARCIREBON.TV – Liga Arab mendesak Amerika Serikat untuk menekan Israel agar segera menghentikan serangan militernya ke Lebanon.
Seruan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, pada Rabu (9/4/2026), menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Gheit menilai bahwa secara logis dan wajar, kesepakatan gencatan senjata tersebut seharusnya juga mencakup penghentian serangan Israel di Lebanon.
Baca Juga:Sikat Al Najma, Ronaldo dan Inigo Martinez Bawa Al Nassr Kokoh Di Puncak Klasemen Liga ArabPrabowo Kumpulkan Menko, Gubernur BI hingga Kepala BPS di Istana, Bahas Kondisi Ekonomi?
“Berdasarkan hal tersebut, Liga Arab menyerukan kepada Amerika Serikat untuk memastikan bahwa hal ini diberlakukan terhadap Israel, yang terus melanjutkan agresinya terhadap Lebanon tanpa memperhatikan kesepakatan yang telah dicapai,” ujarnya.
Perbedaan Tafsir Gencatan SenjataPernyataan Liga Arab muncul di tengah perbedaan interpretasi terkait cakupan gencatan senjata.
Pihak Israel menegaskan bahwa serangan terhadap Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini juga diperkuat oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menyatakan bahwa tidak ada komitmen untuk menghentikan operasi militer Israel di Lebanon.
Namun, Pakistan sebagai mediator dalam negosiasi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut berlaku secara luas, termasuk di Lebanon.
Serangan Terbesar dan Potensi BalasanSebelumnya, militer Israel menyatakan telah melancarkan salah satu serangan terbesar terhadap kelompok Hezbollah sejak eskalasi konflik terbaru.
Di sisi lain, Hezbollah yang belum melakukan serangan sejak pengumuman gencatan senjata, menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk melakukan pembalasan.
Upaya Diplomasi LebanonPerdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah meningkatkan upaya diplomatik untuk mendorong tercapainya gencatan senjata dengan Israel.
Baca Juga:Trump Belum Setujui Gencatan Senjata 45 Hari, Ketegangan AS–Iran Masih Memanas
Langkah ini diambil setelah meningkatnya serangan di wilayah Lebanon meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Selat Hormuz Kembali DibukaDi tengah dinamika konflik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran akan segera membuka kembali Selat Hormuz.
Selat strategis tersebut diketahui menangani sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak, serta gas alam cair (LNG) global, sehingga menjadi titik krusial dalam stabilitas energi dunia
