RADARCIREBON.TV – Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Volker Turk, mendesak dilakukan penyelidikan atas gelombang serangan besar Israel di Lebanon yang menewaskan ratusan orang.
Dalam pernyataannya pada Rabu (7/4/2026), Turk mengecam serangan tersebut sebagai “mengerikan” dan memperingatkan dampak serius terhadap stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
“Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini benar-benar mengerikan,” ujarnya.
Baca Juga:Eskalasi Konflik Timur Tengah: Serangan Rudal Iran Meluas ke Negara-Negara TelukTrump Belum Setujui Gencatan Senjata 45 Hari, Ketegangan AS–Iran Masih Memanas
Ia juga menyoroti bahwa serangan terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, yang dinilai semakin memperburuk situasi dan menambah tekanan terhadap perdamaian di kawasan.
Ratusan Korban dan Pencarian Masih Berlangsung
Data dari tim pertahanan sipil Lebanon menyebutkan sedikitnya 254 orang tewas akibat serangan tersebut. Sementara itu, pejabat kesehatan melaporkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Puluhan korban dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sementara tim penyelamat terus berupaya mencari korban selamat di lokasi terdampak.
Serangan ini disebut sebagai salah satu gelombang terbesar yang terjadi di Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut.
Israel Sebut Targetkan Hezbollah
Militer Israel menyatakan bahwa serangan ditujukan kepada kelompok Hezbollah.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan aktivitas kelompok tersebut memaksa Israel untuk bertindak.
Ia juga mengimbau warga sipil untuk segera meninggalkan rumah demi keselamatan mereka.
PBB Soroti Pelanggaran Hukum Internasional
Volker Turk menegaskan bahwa hukum humaniter internasional secara jelas mengatur perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata.
Baca Juga:Presiden Myanmar Min Aung Hlaing Digugat atas Dugaan Genosida Rohingya di Indonesia
Ia menekankan bahwa prinsip tersebut tidak dapat ditawar dalam kondisi apa pun.
Turk juga menyerukan dilakukannya investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi, serta meminta agar pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum.
Kekhawatiran Eskalasi Konflik
PBB juga menyampaikan kekhawatiran atas potensi eskalasi lebih lanjut, termasuk indikasi rencana pendudukan atau aneksasi wilayah Lebanon selatan oleh Israel.
Turk memperingatkan bahwa situasi saat ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah terjadi.
Ia mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah guna menghentikan kekerasan yang terus berlangsung.
