RADARCIREBON.TV – Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait kritik yang menyebut dirinya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari strategi untuk mengamankan kepentingan nasional, terutama di sektor energi.
Dalam rapat kerja bersama Kabinet Merah Putih yang disiarkan melalui kanal resmi pemerintah, Prabowo menyampaikan bahwa kunjungan internasional menjadi upaya penting dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, termasuk ancaman krisis energi dunia. Menurutnya, Indonesia harus aktif menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak dan energi tetap terjaga.
“Untuk amankan minyak, ya saya harus ke mana-mana,” ujar Prabowo menanggapi kritik yang menyebut dirinya gemar bepergian ke luar negeri. Ia menilai, dalam kondisi global saat ini, pendekatan diplomasi langsung menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga:Harga Minyak Turun Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata dan Selat Hormuz DibukaHarga Minyak Anjlok Tajam Usai Iran Buka Selat Hormuz, Gencatan Senjata 2 Pekan Disepakati
Salah satu contoh konkret dari upaya tersebut adalah kunjungannya ke Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berhasil memperoleh komitmen dukungan dari pemerintah Jepang dalam pengembangan sektor energi. Prabowo juga menyebut bahwa kunjungan ke negara lain akan terus dilakukan untuk membuka peluang kerja sama serupa.
Selain itu, Prabowo menegaskan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Ia menyatakan bahwa di tengah kondisi global yang penuh tantangan, Indonesia justru memiliki peluang untuk tetap tumbuh dan berkembang. “Saya yakin Indonesia cerah, tidak ada istilah Indonesia gelap,” tegasnya.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, Prabowo juga mendorong percepatan pengembangan proyek migas strategis di Blok Masela. Proyek tersebut selama ini mengalami penundaan, padahal memiliki potensi besar dalam mendukung produksi energi nasional.
Ia menyambut baik keterlibatan perusahaan energi Jepang, Inpex, dalam proyek tersebut. Pemerintah Indonesia berharap proyek Blok Masela dapat segera direalisasikan setelah tertunda cukup lama, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi dalam negeri.
Tak hanya fokus pada energi fosil, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan proyek energi terbarukan. Ia menyebut beberapa proyek yang akan didorong, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.
