PT KAI Daop Tiga Cirebon, menyampaikan permohonan maaf, kepada para tokoh budaya dan lainnya, mengenai pembongkaran jembatan rel kereta api di Sungai Sukalila. Pembongkaran dilakukan atas dasar adanya surat permohonan dari Pemerintah Kota Cirebon, untuk mendukung penataan kawasan Sukalila.
Dalam forum pertemuan di aula Disbudpar, bersama Pemkot, DPRD dan para tokoh budaya, sejarah Kota Cirebon, pihak PT KAI Daop Tiga Cirebon, turut menyampaikan penjelasan mengenai pembongkaran jembatan rel kereta api di Sungai Sukalila Kota Cirebon, yang menimbulkan reaksi dan polemik di kalangan pemerhati sejarah, cagar budaya.
Vice Presiden PT KAI Daop Tiga Cirebon, Sigit Winarto menyampaikan permohonan maaf kepada stakeholder kebudayaan maupun masyarakat atas polemik yang terjadi. KAI menegaskan, pembongkaran dilakukan atas dasar adanya permohonan dari Pemerintah Kota Cirebon dalam mendukung program penataan sungai Sukalila.
Baca Juga:Satgas Perlindungan Pekerja Didorong Segera Dibentuk – VideoPemkab Cirebon Siap Terapkan WFH Pada Hari Jumat – Video
Secara teknis dan struktur, memang kondisi jembatan sudah tidak ideal, karena terlalu rendah dan menghambat aliran air, serta konstruksi besi baja sudah mulai banyak yang rapuh berkarat di sisi yang lain. Konstruksi jembatan secara fisik belum tercatat dalam objek diduga cagar budaya. Sehingga saat ini, pembongkaran dihentikan sementara, dan masih tersisa sekitar 15 persen lagi.
Sementara Ketua KNPI menyampaikan sejumlah poin rekomendasi agar kedepan, tidak ada lagi hal serupa. Dan semua elemen, baik pemerintah dan lainnya harus peduli terhadap pelestarian peninggalan yang memiliki nilai sejarah.
Untuk material konstruksi besi baja jembatan rel kereta yang dibongkar, PT KAI Daop Tiga Cirebon memastikan aman disimpan di gudang Daop karena aset negara yang bisa dimanfaatkan kembali. Sementara usulan, untuk di revitalisasi atau dipasang ulang, KAI menyebutkan tidak mudah, karena diperkirakan akan memerlukan biaya yang lebih besar.