RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat pada Kamis (9/4/2026), didorong sentimen positif global dari meredanya ketegangan geopolitik.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat sebesar Rp93 atau 0,54% ke level Rp17.012 per dolar AS. Sementara itu, data dari Yahoo Finance menunjukkan posisi rupiah berada di sekitar Rp17.087 per dolar AS. Adapun kurs referensi Jisdor yang dirilis Bank Indonesia pada 8 April 2026 tercatat di Rp17.009 per dolar AS.
Penguatan ini dipicu oleh kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz.
Baca Juga:Rupiah Tembus Rp17.000 dan IHSG Anjlok, Analis Soroti Dampaknya ke Fiskal PemerintahMomentum Kebangkitan Ekonomi? Modal Asing Kembali ke Indonesia, Rupiah Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut bahwa kesepakatan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Gencatan senjata selama dua minggu ini dilakukan dengan syarat Iran membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Kesepakatan ini juga mengacu pada proposal 10 poin yang menjadi dasar negosiasi kedua negara. Proposal tersebut mencakup jaminan keamanan terhadap Iran, pengakuan hak pengayaan uranium, serta pencabutan sejumlah sanksi ekonomi dari AS.
