Menurut Rachmat, kontribusi tersebut mencakup penguatan kelembagaan ekonomi, pengembangan kewirausahaan, hingga mendorong hilirisasi industri yang kini menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional.
Pengalaman menghadapi krisis ekonomi di masa lalu menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan global saat ini. Dalam kondisi ekonomi dunia yang masih diliputi ketidakpastian, menjaga kepercayaan pasar tetap menjadi faktor utama dalam mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.
Ke depan, kombinasi antara kebijakan yang tepat, koordinasi yang kuat antar lembaga, serta komunikasi yang transparan kepada publik diyakini menjadi strategi utama agar rupiah tetap stabil, bahkan di tengah tekanan ekonomi global yang terus berkembang.
