Perlintasan rel kereta tanpa palang pintu, masih menjadi ancaman serius bagi warga. Seperti yang terjadi di Desa Sarabau Kabupaten Cirebon. Meski ada warga yang berjaga secara sukarela dan sirine sudah berbunyi, pelanggaran masih sering terjadi.
Sebuah perlintasan rel kereta tanpa palang pintu di Desa Sarabau Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, menjadi perhatian warga. Setiap hari, pengendara baik roda dua maupun roda empat, harus melintasi rel tanpa pengaman memadai.
Tidak adanya palang pintu, membuat perlintasan ini rawan terjadi kecelakaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satu warga atau yang dikenal Mang Faad, secara sukarela turun ke jalan saat kereta akan melintas.
Baca Juga:DPMD Soroti Kuwu Bermasalah & Tersangkut Persoalan Hukum – VideoBupati Kecewa Masalah Sampah Tak Kunjung Teratasi – Video
Ia memberikan isyarat dan menghentikan arus kendaraan, demi mencegah terjadinya kecelakaan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.
Masih banyak pengendara yang membandel, tetap menerobos perlintasan meski sirene peringatan sudah berbunyi.
Aksi nekat ini tentu sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Warga berharap, pemerintah dan pihak terkait segera memberikan solusi, dengan memasang palang pintu atau menempatkan petugas resmi.
Sehingga, keselamatan pengendara dapat lebih terjamin.
Peran sukarela warga memang membantu, namun kesadaran pengendara menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan. Tertib saat melintasi rel kereta, dapat menyelamatkan nyawa.