Prabowo Subianto: Indonesia Akan Mengejutkan Dunia, Bukan Lagi “Sleeping Giant”

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto source : pinterest
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan “mengejutkan dunia” menegaskan optimisme pemerintah terhadap arah masa depan ekonomi dan kemandirian nasional. Dalam sambutannya saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak lagi dapat disebut sebagai “sleeping giant” atau raksasa yang tertidur dengan potensi besar yang belum dimanfaatkan.

Menurutnya, Indonesia kini berada pada fase kebangkitan yang nyata. Ia menyampaikan keyakinan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan menunjukkan perkembangan signifikan di mata dunia internasional. “Indonesia bangkit, raksasa ini terbangun,” ujarnya dalam siaran yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kombinasi sumber daya alam yang melimpah, kemampuan teknologi yang terus berkembang, serta upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian di berbagai sektor strategis. Ia menegaskan bahwa modal tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.

Baca Juga:Prabowo Dorong Avtur dari Sawit dan Jelantah demi Kemandirian EnergiEkonomi Indonesia Bangkit: Menteri Keuangan Akui "Salah Urus" Sebagai Pemicu Perlambatan

Dalam pandangannya, kemandirian ekonomi menjadi kunci utama agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pihak luar. Dengan potensi yang dimiliki, ia optimistis Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. “Kita memiliki kekuatan besar, kita pekerja keras. Kita akan mandiri, kita akan kuat,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti masa depan Indonesia yang dinilainya sangat cerah, terutama dengan berkembangnya sektor industri baru seperti kendaraan listrik yang menjadi salah satu fokus transformasi ekonomi nasional. Peresmian pabrik kendaraan listrik di Magelang dianggap sebagai salah satu langkah konkret menuju industrialisasi berbasis teknologi dan energi bersih.

Di sisi lain, ia menyinggung narasi “Indonesia Gelap” yang sempat muncul dalam ruang publik. Menurutnya, pandangan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari perkembangan bangsa saat ini. Ia menilai bahwa persepsi pesimis terhadap Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh cara pandang yang tidak objektif terhadap kemajuan yang sedang terjadi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan cara pandang dalam melihat kondisi Indonesia: antara optimisme pemerintah terhadap potensi nasional dan kritik dari sebagian kelompok masyarakat yang menilai masih banyak tantangan yang harus diselesaikan.

0 Komentar