Menghadapi prediksi musim kemarau yang di perkirakan lebih panjang tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kekeringan, khususnya di sektor pertanian yang didominasi lahan tadah hujan.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, mulai mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan-bulan tertentu. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memperkuat kesiapan petani melalui sosialisasi dan dukungan sarana pertanian.
Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan dari Kementerian Pertanian juga telah disalurkan ke petani, seperti pompa air, hand sprayer, dan traktor. Bantuan ini difokuskan untuk mendukung sistem pompanisasi, mengingat sebagian besar lahan pertanian di Kota Cirebon merupakan sawah tadah hujan.
Baca Juga:RSUD Waled Segera Miliki Cathlab untuk Layanan Neurologi Intervensi – VideoKunjungan Sekda ke Kantor PMI Kab. Cirebon – Video
Pompa air menjadi solusi utama agar petani tetap dapat mengairi lahan mereka saat curah hujan menurun. Nantinya, air akan disedot dari sumber seperti sumur dangkal maupun aliran sungai. Setiap kelompok tani diharapkan memiliki akses terhadap pompa air tersebut.
Dinas juga menyediakan unit alsintan yang dapat dipinjam oleh kelompok tani melalui pengajuan ke dinas. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, terutama bagi mereka yang mengelola lahan secara bersamaan dalam satu kelompok.
Selain itu, dinas terus berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak di lapangan. Meski secara kelembagaan berada di bawah Kementerian Pertanian, para penyuluh tetap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan langsung kepada petani.
Dinas berharap, melalui langkah-langkah mitigasi ini, dampak kekeringan terhadap masa tanam hingga panen dapat diminimalisir, sehingga ketahanan pangan di Kota Cirebon tetap terjaga.