Waktu itu, pelatih Madrid, Zinedine Zidane, punya alasan sendiri. Dia merasa tradisi itu nggak wajib dilakukan, apalagi sebelumnya Barcelona juga pernah nggak melakukan hal serupa ke Madrid. Sejak saat itu, pasillo jadi topik sensitif dan sering memicu perdebatan tiap kali situasinya memungkinkan.
Di sisi lain, performa Barcelona musim ini memang layak diacungi jempol. Di bawah arahan Hansi Flick, mereka tampil agresif, cepat, dan konsisten. Gaya main seperti ini bikin lawan sering kewalahan dan jadi kunci kenapa mereka bisa unggul jauh di klasemen.
Sementara itu, buat Real Madrid, situasinya agak rumit. Mereka bukan cuma harus berjuang mengejar poin, tapi juga berusaha menghindari skenario yang bisa jadi “momen memalukan” di Camp Nou. Bayangin kalau harus kasih guard of honour ke rival di kandang mereka sendiri—itu jelas bukan hal yang diinginkan.
Baca Juga:Prediksi Malut United vs Dewa United Malam Ini: Duel Panas Perebutan Tiket Asia!Susunan Pemain, Jadwal & Prediksi Skor Malut United vs Dewa United, Misi 3 Poin atau Tergeser dari Papan Atas!
Dengan kondisi sekarang, sisa musim bakal terasa makin panas. Barcelona tinggal selangkah lagi menuju gelar, sementara Madrid harus kerja ekstra keras kalau masih mau membalikkan keadaan. Satu hal yang pasti, semua mata bakal tertuju ke El Clasico nanti.
