RADARCIREBON.TV- Kondisi Chelsea lagi benar-benar nggak baik-baik saja. Kekalahan telak 0-3 dari Manchester City jadi bukti kalau performa mereka lagi turun drastis. Hasil ini makin memperdalam krisis yang sedang dialami The Blues dalam beberapa pekan terakhir.
Pelatih anyar mereka, Liam Rosenior, juga nggak menutup mata soal situasi ini. Dia sadar banget kalau tekanan di klub sebesar Chelsea itu besar banget. Tapi di sisi lain, dia juga minta waktu supaya bisa membangun tim ini jadi lebih kompetitif lagi.
Rosenior sendiri sebenarnya baru datang pada Januari lalu, menggantikan Enzo Maresca. Dia langsung dikasih kontrak jangka panjang sampai 2032, yang artinya manajemen sebenarnya punya kepercayaan besar ke dirinya. Dari total 21 pertandingan yang sudah dijalani, catatannya lumayan: 11 menang, 2 imbang, dan 8 kalah.
Baca Juga:Jadwal & Prediksi Skor Liverpool vs PSG Leg 2: Laga Sengit di Anfield, PSG Diunggulkan LolosKlasemen ASB1000 ARRC 2026 Memanas! Syahrin di Puncak, Andi Gilang Mengancam
Sayangnya, performa Chelsea belakangan ini justru menurun. Kalau lihat sebulan terakhir, hasilnya cukup mengecewakan.
Mereka kalah lima kali dari enam pertandingan di semua kompetisi. Nggak cuma itu, mereka juga harus angkat koper lebih cepat dari Liga Champions setelah tersingkir di babak 16 besar.
Di kompetisi liga, situasinya juga nggak jauh beda. Dalam lima laga terakhir Premier League, Chelsea cuma mampu menang sekali dan kalah empat kali.
Total poin yang mereka kumpulkan juga minim banget, cuma lima poin dari kemungkinan 35 poin. Jelas ini angka yang jauh dari harapan untuk tim sekelas Chelsea.
Sekarang, Chelsea masih tertahan di peringkat enam klasemen Liga Inggris. Jarak mereka dengan posisi empat besar yang ditempati Aston Villa mencapai tujuh poin. Dengan sisa pertandingan yang makin sedikit, peluang untuk lolos ke Liga Champions musim depan pun mulai menipis.
Rosenior pun paham kalau fans dan manajemen pasti menuntut hasil instan. Tapi dia mencoba memberi gambaran kalau membangun tim butuh proses. Dia bahkan menyinggung nama pelatih top seperti Jurgen Klopp dan Pep Guardiola sebagai contoh.
Menurutnya, pelatih-pelatih besar itu juga butuh waktu sebelum akhirnya sukses. Klopp misalnya, butuh beberapa musim sampai akhirnya bisa membawa Liverpool juara. Begitu juga Guardiola yang butuh waktu untuk membentuk tim sesuai visinya.
