RADARCIREBON.TV – Perjalanan Persib Bandung musim ini bukan sekadar soal mempertahankan gelar. Ini adalah kisah tentang ambisi besar, perjudian taktik, hingga pembuktian mental juara.
Dengan tujuh laga tersisa, Maung Bandung berdiri di ambang sejarah: menjadi klub pertama yang meraih tiga gelar Liga Indonesia secara beruntun.
Di atas kertas, peluang itu terbuka lebar. Hingga pekan ke-27, Persib kokoh di puncak klasemen dengan 64 poin, unggul empat angka dari rival terdekat, Borneo FC yang mengoleksi 60 poin. Namun di balik angka-angka itu, perjalanan Persib musim ini jauh dari kata mudah.
Awal Musim: Diragukan, Bahkan Dipertanyakan
Baca Juga:Tak Terbendung! Persib Libas Bali United 3-2 Dengan 10 Pemain!Ditekan, Ditempa, dan Bersinar! Beckham Putra Nugraha Jadi Motor Baru Persib Bandung
Tak banyak yang menyangka Persib bisa sampai di titik ini. Awal musim justru diwarnai keputusan berani, bahkan ekstrem. Klub melepas sejumlah pemain kunci seperti David da Silva, Ciro Alves, hingga Nick Kuipers.
Langkah ini sempat disebut sebagai “cuci gudang”. Keraguan bermunculan. Stabilitas tim dipertanyakan. Identitas permainan dianggap akan hilang.
Namun di balik itu, manajemen dan pelatih Bojan Hodak ternyata sudah menyiapkan fondasi baru.
Revolusi Skuad: Bertaruh pada Nama Besar
Persib tidak sekadar mengganti, mereka melakukan transformasi. Nama-nama besar didatangkan:
Thom Haye
Eliano Reijnders
Frans Putros
Ramon Tanque
Luciano Guaycochea
Uilliam Barros
Federico Barba
Layvin Kurzawa
Perpaduan pemain lokal, diaspora, dan pengalaman Eropa menjadi senjata utama. Tapi seperti yang sering terjadi, membangun chemistry tidak bisa instan.
Fase Goyah: Inkonsistensi dan Tekanan
Awal kompetisi tidak berjalan mulus. Persib sempat terseok. Permainan belum menyatu. Beberapa hasil minor membuat tekanan meningkat.
Namun di tengah badai itu, satu sosok muncul sebagai pembeda:
Teja Paku Alam
Penampilannya di bawah mistar begitu krusial. Refleks cepat, ketenangan, dan konsistensinya menjadikan Persib kembali percaya diri. Ia bahkan mampu menggeser Adam Przybek dari posisi utama.
Momentum perlahan berubah.
Titik Balik: Dari Juara Paruh Musim ke Jalur Dominasi
Memasuki pertengahan musim, Persib mulai menemukan ritme. Kombinasi lini tengah yang solid, pertahanan disiplin, dan efektivitas lini depan membuat mereka melesat.
