Siasat Macan Putih Atasi Absennya Adrian Luna
Persik Kediri harus melakukan penyesuaian di lini depan setelah Adrian Luna dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan pemain sayap asal Uruguay itu memaksa tim pelatih menyiapkan opsi berbeda di sektor serangan.
Moch. Supriadi menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi di sisi kanan. Kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu miliknya dinilai bisa memberi ancaman langsung ke pertahanan Persija. Perannya menjadi penting untuk menjaga intensitas serangan dari sisi sayap.
Di sisi lain, Irkham Mila juga berpeluang mendapat menit bermain lebih banyak. Ia kerap menjadi opsi rotasi di babak kedua dan bisa memberi variasi serangan dari sisi kiri. Dengan kombinasi tersebut, Persik berharap tetap tajam meski kehilangan satu pemain kunci.
Baca Juga:Prediksi Persis Solo vs Dewa United Super League 2026 Hari Ini 16 Mei: Misi Tuan Rumah Hindari DegradasiSyarat Persis Solo dan Maudura United Lolos Lolos Degradasi Super League 2026, Apakah Masih Ada Harapan?
Tekad Bangkit Persija
Persija Jakarta menutup musim dengan kekecewaan setelah gagal menembus dua besar klasemen. Kapten tim, Rizky Ridho, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setelah target utama tidak tercapai. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah musim berakhir.
“Musim ini masih menyisakan dua laga, tetapi posisi Persija sudah dipastikan berada di peringkat ketiga. Posisi akhir klasemen ini jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, the Jakmania,” ucap Ridho.
Persija kini berupaya menjaga konsistensi di dua laga tersisa sebagai bentuk tanggung jawab profesional. Manajemen dan pemain ingin mengakhiri musim dengan hasil positif sebelum memasuki fase evaluasi.
“Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik. Setelah itu, akan ada evaluasi dan pembenahan di seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk meraih hasil yang lebih baik lagi untuk Persija,” katanya.
Sementara itu, Fabio Calonego menekankan pentingnya karakter dalam menghadapi situasi sulit. Ia menilai rasa kecewa harus diubah menjadi dorongan untuk bangkit di musim berikutnya.
“Yang benar-benar mendefinisikan kita adalah kerja keras setiap hari dan, yang paling penting, karakter yang kita miliki. Rasa sakit itu memang seharusnya ada, karena hanya mereka yang benar-benar peduli yang bisa merasakannya. Tetapi klub besar tidak hanya dikenang karena trofi yang mereka angkat, melainkan juga karena bagaimana mereka bangkit setelah jatuh,” tutur Fabio.
