Layar Alienware 15 mengusung panel IPS berukuran 15,3 inci dengan resolusi WUXGA (1920 x 1200 piksel), rasio aspek 16:10 yang lebih lega vertikalnya, serta refresh rate 165Hz yang mulus untuk gaming kompetitif. Sayangnya, untuk menjaga harga tetap kompetitif, Dell hanya menyematkan layar dengan kecerahan 300 nits dan cakupan warna sRGB hanya 62,5 persen. Artinya, laptop ini kurang cocok untuk pekerjaan editing foto atau video yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Harga dan Ketersediaan: Mulai dari Rp21 Jutaan
Soal harga, Alienware 15 dibanderol mulai dari US$ 1.299 (sekitar Rp21 juta)** untuk varian AMD dan **US$ 1.349 (sekitar Rp22 juta) untuk varian Intel. Konfigurasi termurah tersebut sudah termasuk prosesor AMD Ryzen 5 220 atau Intel Core 5 210H, RAM 16GB DDR5, SSD 512GB, serta GPU Nvidia RTX 4050. Jika ingin upgrade ke RTX 5060, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam, dengan harga mencapai sekitar US$ 1.850 hingga US$ 2.300 tergantung konfigurasi RAM dan penyimpanan.
Laptop ini sudah tersedia untuk dibeli di Amerika Utara mulai 14 Mei 2026. Sementara itu untuk kawasan Eropa, Dell memasang harga mulai dari 999 Euro untuk varian entry-level dengan spesifikasi lebih rendah. Untuk pasar Indonesia dan Asia Tenggara lainnya, Dell belum memberikan kepastian jadwal rilis lebih lanjut.
Baca Juga:Laptop Gaming Masa Depan? Predator Helios Neo 16S AI Resmi Rilis, Ternyata Segini SpeknyaPolytron Luxia Pro Ultra5 Resmi Hadir, Laptop Tipis Tapi Ngebut Buat Kerja & Ngonten!” Pasar laptop Indonesia
Ini Bukan Tanpa Kekurangan
Kepala tim review dari CNET, mengungkapkan bahwa meskipun harganya menggoda, Alienware 15 memiliki beberapa kompromi yang harus diterima konsumen. Selain daya GPU yang dibatasi, layar dengan cakupan warna yang buruk dan webcam yang masih 720p menjadi kekurangan utama. Namun, kelebihan utama laptop ini adalah komponen RAM dan SSD-nya yang tidak disolder sehingga memungkinkan pengguna untuk upgrade atau mengganti sendiri di kemudian hari.
