Golongan Darah Ini Disebut Punya Risiko Stroke Lebih Tinggi, Simak Temuan Peneliti

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada tahun 2022.
src-img : pinterest
0 Komentar

Mengapa Golongan Darah Bisa Berkaitan dengan Stroke?

Penulis senior penelitian sekaligus ahli neurologi vaskular dari University of Maryland, Steven Kittner, mengatakan bahwa hingga saat ini penyebab pasti hubungan antara golongan darah dan stroke masih belum diketahui secara jelas.

Namun, para peneliti menduga kaitan tersebut berhubungan dengan proses pembekuan darah.

Diduga Berkaitan dengan Pembentukan Bekuan Darah

Melalui analisis genom, tim peneliti menemukan dua lokasi gen yang memiliki hubungan kuat dengan stroke dini. Salah satu lokasi tersebut berada pada gen ABO yang berperan menentukan golongan darah seseorang.

Baca Juga:Golongan Darah A Lebih Rentan Stroke? Ini Penjelasannya!Hati-hati! Minuman Sehari-hari Ini Bisa Bikin Risiko Stroke Naik

Menurut peneliti, kemungkinan hubungan itu melibatkan trombosit, lapisan pembuluh darah, serta berbagai protein dalam sirkulasi darah yang berperan dalam pembentukan bekuan darah.

Mekanisme inilah yang diduga lebih banyak berkontribusi terhadap stroke pada usia muda dibandingkan faktor aterosklerosis atau penumpukan plak yang lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut.

Kasus Stroke Usia Muda Terus Meningkat

Steven Kittner juga menyoroti meningkatnya jumlah kasus stroke pada kelompok usia muda dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, stroke yang terjadi pada usia produktif dapat memberikan dampak jangka panjang yang serius. Selain meningkatkan risiko kematian, kondisi ini juga berpotensi menyebabkan disabilitas yang berlangsung selama puluhan tahun bagi para penyintas.

Karena itu, penelitian mengenai faktor-faktor risiko stroke usia muda dinilai penting untuk membantu pemahaman dan upaya pencegahan di masa depan.

Apa Itu Stroke?

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Ketika suplai darah ke otak terhenti, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

Baca Juga:Persib Bandung Resmi Lepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC Jelang Musim 2026/2027Timnas U-23 Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Terhambat Regulasi Baru AFC dan OCA

Dua Jenis Stroke yang Paling Umum

Menurut neurolog dr Ricky Gusanto Kurniawan, SpN, SubspNIIO (K), FINR, terdapat dua jenis stroke yang paling sering ditemukan, yaitu:

Stroke iskemik, yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah menuju otak.Stroke hemoragik, yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah sehingga darah menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya.Pada stroke hemoragik, tekanan akibat perdarahan dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak. Dalam kondisi berat, gangguan tersebut dapat memengaruhi fungsi vital seperti kesadaran dan pernapasan.

0 Komentar