Ingin Menabung Tapi Ekonomi Pas-pasan? Inilah Trik Menabung yang Tepat dan Pratis Ini

Menabung
Ilustrasi mengajari putrinya cara menghitung koin dan memahami nilai menabung (istockphoto)
0 Komentar

3. Sisihkan Uang di Awal Gajian

Tak sedikit orang yang menabung dengan sisa uang di akhir bulan. Padahal, kita belum tentu memiliki sisa uang alias sudah habis duluan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Maka, trik menabung berikutnya adalah mengalokasikan dana tabungan di awal bulan atau setelah mendapatkan uang. Begitu menerima gaji, sisihkan uang menurut metode 50-30-20 atau sesuai kemampuan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Cara ini membantu mengurangi godaan untuk menghabiskan uang pada pengeluaran yang kurang penting sekaligus menjadikan menabung sebagai prioritas, bukan sekadar sisa dari pengeluaran bulanan.

Baca Juga:Jangan Lewatkan! Jadwal Final BWF Japan Open 2026 Hari Ini 19 Juli dan Saksikan Live StreamingnyaLive Eksklusif di Indosiar! Siaran Langsung Pertandingan Persebaya vs PSIS di Anniversary 2026

4. Gunakan Rekening Khusus Tabungan

Salah satu trik menabung yang sangat dianjurkan adalah memisahkan rekening tabungan dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Dengan cara ini, dana yang sudah disisihkan tidak mudah terpakai untuk belanja atau kebutuhan lain yang sebenarnya tidak mendesak.

Jika perlu, buat rekening khusus dana tabungan tanpa kartu ATM maupun akses m-banking atau i-banking, tujuannya adalah agar kita tidak bisa sembarangan mengakses dan menggunakan uang di dalamnya.

5. Kurangi Pengeluaran yang Tak Perlu

Cobalah meninjau kembali kebiasaan belanja dan identifikasi pengeluaran yang sebenarnya masih bisa dikurangi. Misalnya, mengurangi pembelian makanan atau minuman di luar, membatasi belanja impulsif, atau menunda pembelian barang yang bukan kebutuhan mendesak.

Dalam metode 50-30-20, kita memang masih punya kesempatan untuk menikmati gaji dan memenuhi keinginan, tapi bukan berarti kita boleh berfoya-foya.

Sebagai contoh, kita akan memanfaatkan alokasi dana 30% pendapatan untuk makan-makan di luar rumah. Namun, jika dirasa tidak terlalu penting atau masih bisa dihemat, maka kita tidak perlu menghabiskan dana tersebut untuk makan atau gunakan seperlunya saja.

Contoh lain, misalnya kita memiliki alokasi dana Rp5.000.000 yang bisa dipakai membeli HP baru, sedangkan HP seharga Rp3.000.000 pun sudah mampu memenuhi kebutuhan, maka kita tidak perlu membeli HP yang lebih mahal.

Di sisi lain, uang yang berhasil dihemat dari pengeluaran tersebut juga dapat langsung dialihkan ke tabungan sehingga jumlah simpanan terus bertambah.

0 Komentar