Di Qatar, Messi memimpin Argentina menjadi juara dunia. Gelar tersebut mengakhiri penantian selama 36 tahun sejak Argentina terakhir kali menjadi juara dunia pada 1986. Keberhasilan itu sekaligus memperkuat posisi Messi sebagai salah satu legenda terbesar Argentina dan penerus kejayaan Diego Maradona. Bersama Argentina, Messi tercatat mengantarkan negaranya meraih satu gelar Piala Dunia, dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024, serta dua kali menjadi runner-up Piala Dunia pada 2014 dan 2026.
Messi sebelumnya telah mengumumkan keputusan untuk pensiun dari sepak bola internasional pada Agustus 2026. Selama lebih dari 20 tahun mengenakan seragam Argentina, ia mencatatkan 207 penampilan dan mencetak 125 gol. Angka tersebut menjadikan Messi sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina. Perpisahan Messi juga berlangsung sekitar dua setengah bulan setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat.
Sebelum pertandingan melawan Benin, Messi juga menerima penghargaan khusus. Universitas Buenos Aires menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Messi dalam sebuah upacara yang berlangsung di markas Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). “Bisa mengatakan bahwa saya seorang doktor kehormatan,” ujar Messi sambil bercanda. Sejumlah pemain yang menjadi bagian dari perjalanan emas Argentina juga hadir dalam momen penghormatan tersebut, salah satunya Angel Di Maria yang sudah lebih dahulu mengakhiri kariernya bersama tim nasional.
Baca Juga:Lionel Messi Masuk Kembali ke Timnas Argentina di FIFA Match 2026, Apakah Ini Menjadi Laga Perpisahan?Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Bakal Main Satu Tim di Laga Perpisahan Carlos Tevez
Setelah pertandingan melawan Benin, ban kapten Argentina akan diserahkan kepada Cristian Romero. Pergantian tersebut menjadi simbol bahwa era baru Albiceleste segera dimulai setelah Messi meninggalkan panggung internasional. Air mata yang terlihat di Stadion Monumental menjadi penanda berakhirnya sebuah era. Lionel Messi telah memberikan segalanya untuk Argentina. Kini, waktunya generasi berikutnya meneruskan cerita Albiceleste.
