Enam tahun setelah perusahaan tersebut berada di bawah kendali Jepang, BAT kembali memproduksi rokok dan mulai menunjukkan ketenarannya pada tahun 1949, empat tahun setelah Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. BAT terus berkembang dengan nama baru BAT Manufacture Indonesia Limited.
“Pada tahun 1972, Cirebon (BAT) tetap di produksi dan di kembangkan sementara di tutup di Surabaya. Kemudian di batalkan di Semarang pada 01/07/1989. Dan pada 2010, Cirebon mulai berhenti berproduksi,” kata Yusuf.
Yusuf mengatakan, bangunan BAT memiliki luas sekitar satu hektar. Dia mengatakan mesin rokok telah di pindahkan. “Bangunannya sudah di bersihkan. Banyak ruangan, produksi, pengemasan, perkantoran dan lainnya. Sekarang sedang di rawat dan akan terus di rawat,” ujarnya.
Baca Juga:Hari Raya Nyepi Tahun 2023 Kapan?Tambak Udang di Kabupaten Kebumen Terbesar di Indonesia
Aksen Kota Tua Cirebon
Kawasan BAT atau Kota Tua ini berada tidak jauh dari Alun-alun Kejaksan atau Masjid Raya Taqwa atau pusat kota Cirebon. Jika ingin ke sini dengan kendaraan pribadi, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari Lapangan Kejaksaan Kota Cirebon. Gedung BAT tidak jauh dari Pelabuhan Cirebon.
Datang dari Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon atau Masjid Raya Taqwa, masuk ke Jalan Veteran, melewati Polres Cirebon Kota, lalu terus ke arah Jalan Sisingamangaraja, lurus ke Jalan Benteng dan Jalan Pasuketan. Lokasi gedung BAT ini berada di Jalan Pasuketan. Sementara untuk jalur lain bisa dari Alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon atau Masjid Agung Taqwa menuju Jalan Karangetas kemudian menuju Jalan Pajuna. Setelah itu belok kanan menuju Jalan Kantor dan Jalan Pasuketan. Jalan Kantor melintasi Jalan Pasuketan, tepat di mana BAT berada.
Jadi gimana nih? Sekarang udah tahu kan… Ternyata di Cirebon juga ada Wisata Kota Tua tidak hanya di Jakarta doang. Ups…
Yuk Berkunjung ke Wisata Kota Tua Cirebon bersama orang kesayangan anda.