Melihat Proses Pembuatan Mainan Klotekan Dan Topeng

0 Komentar

Warga Blok Tegalan Desa Jamblang Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, berbeda dengan warga yang ada pada desa pada umumnya. Jika warga desa umumnya memilih untuk berprofesi sebagai petani bahkan peternak, namun warga Blok Tegalan Desa Jamblang ini, mayoritas memilih untuk berprofesi sebagai pembuat mainan anak-anak.

Mainan tekotok atau yang disebut klotekan terbuat dari kaleng dengan dimodifikasi sedemikian rupa. Menjadi penghasilan yang menjanjikan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pengrajin mainan lokal tekotek dan juga topeng karakter milik Ibu Daniri yang terdapat di Jl. Muhammad Ramdan Blok Tegalan, dalam kurun waktu 3 hari bisa memproduksi kurang lebih 200-300 topeng dan klotekan.

Baca Juga:Warga GSP Tutup Akses Pintu Masuk Proyek Gedung Siber IAIN SNJHarga Beras Grosir Di PGC Terrendah Rp.12.400 Perkilogram

Pengrajin mainan rumahan ini kurang lebih sudah berjalan 10 tahun, terhitung sejak tahun 2014 lalu dan dibantu oleh 3 orang karyawan. Walaupun mainan ini adalah mainan lokal atau tradisional, pihaknya menyebutkan bahwa sampai saat ini masih tetap eksis dan diminati oleh banyak orang.

Adapun proses pembuatan mainan topeng ini adalah dengan menggunakan bahan dasar karet dan bambu. Pertama karet yang sudah ada dipotong menjadi persegi dengan diameter 30 cm x 20 cm. setelah itu penggarangan dan proses pencetakan, kemudian pengguntingan, pewarnaan, dan menyatukan elemen pelengkap lainnya, terakhir adalah finishing.

Mainan lokal tradisional ini memproduksi topeng diantara topeng karakter anak-anak, burok, srigala, betawi, reog dan barongsai. Adapun klotekan juga berfariasi bentuknya yakni, ayam, merak, kuda, dan tawon. Adapun pembelinya dari Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera maupun Kalimantan

0 Komentar