Sedangkan, tidur yang berkualitas memainkan peran vital dalam konsolidasi memori dan pembentukan koneksi saraf yang kuat pada tahap awal kehidupan. Dampaknya, selain mood anak menjadi buruk, perkembangan fungsi pembelajaran dan bahasa menjadi kurang maksimal. Akibatnya, si kecil memiliki risiko untuk mengalami speech delay.
4. Mengalami isolasi diri
Saat anak-anak terlalu asyik dengan layar gadget, keajaiban dunia maya cenderung menyedot perhatian mereka. Hasilnya? Mereka kadang-kadang lebih memilih sendiri, terkurung dalam dunia digital yang serba mengasyikkan.
Sehingga, kesempatan mereka untuk belajar melalui permainan ataupun eksplorasi sekitar menjadi lenyap. Akibatnya, si kecil akan minim belajar kosa kata baru ataupun belajar berbicara. Mereka pun akan lebih berisiko mengalami keterlambatan berbicara.
Baca Juga:Pahami Karakter Anak dan Hormati Preferensinya: Tips Membesarkan Anak dengan Kepribadian Introvert, Jangan Dipaksa!Manfaatkan Kesempatan yang Ada! Inilah Ramalan Shio Kelinci di Tahun 2024, Berjuang Mencapai Tujuan!
5. Si kecil akan kurang berinteraksi
Fase anak-anak adalah tahap di mana mereka sedang aktif belajar dan membangun dasar untuk kemampuan berbicara mereka. Namun, ketika mereka terlalu banyak screen time, mereka akan lebih sedikit berinteraksi dengan orang disekitarnya.
Berinteraksi secara langsung adalah elemen kunci dalam membantu anak memahami dan menggunakan bahasa. Sayangnya, penggunaan gawai berlebihan dapat menciptakan distraksi yang menghambat momen berharga ini.
Sebagai hasilnya, anak mungkin kehilangan kesempatan untuk mendengar kata-kata, melibatkan diri dalam percakapan, dan mengasah keterampilan berbicara mereka. Ujungnya, mereka akan mengalami keterlambatan bicara atau speech delay.
Menjadi orang tua memang tidak mudah. Di perlukan kesabaran ekstra untuk merawat anak, apalagi jika sedang sibuk. Namun, alangkah lebih baiknya sebisa mungkin untuk hindari memberikan screen time pada anak, apalagi tanpa pengawasan, ya!