Pesona Alam yang Dimiliki Pasti akan Membuat Kamu Betah: 5 Tempat Wisata Favorit di Pulau Selayar, Cocok untuk Healing!

Pesona Alam yang Dimiliki Pasti akan Membuat Kamu Betah: 5 Tempat Wisata Favorit di Pulau Selayar, Cocok untuk Healing!
wisata pulau selayar: taman nasional taka bonerate (pariwisataku.com)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Pulau Selayar adalah salah satu dari ribuan pulau yang indah di Indonesia. Pernahkah kamu mendengar pulau ini? Pulau Selayar seharusnya bukan tempat yang asing bagi kamu yang berasal dari Sulawesi. Meskipun tidak semua orang Sulawesi pernah berada di tempat tersebut, setidaknya mereka sering mendengar namanya.

Pulau Selayar memang berada di Sulawesi, tepatnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Orang Sulawesi biasanya datang ke sini untuk liburan karena Pulau Selayar memang terkenal dengan berbagai wisata alamnya. Kamu yang punya rencana liburan ke Sulawesi Selatan, kamu wajib mampir nih ke beberapa tempat wisata alam yang di Pulau Selayar ini!

1. Gua Balo Jaha

Gua identik dengan tempat gelap menyeramkan yang di huni oleh ribuan kelelawar. Well, Gua Balo Jaha memang jadi rumah bagi kawanan kelelawar, tapi tempat ini gak seseram yang kamu bayangkan. Bukannya di hindari, Goa Balo Jaha justru di kunjungi oleh banyak orang.

Baca Juga:Harum Pandan dan Sangat Lezat Unti Kelapa Buat Nagih: Inilah Resep Dadar Gulung Isi Kelapa, Unti Kelapanya Legit!Rekomendasi 4 Tempat Wisata Bahari di Lombok yang Bikin Kamu Betah Pelesiran

Sekilas gua ini seperti gua kebanyakan. Tapi nyatanya di bagian dalamnya, kamu akan menemukan sebuah kolam air tawar yang jernih. Gak sedikit pengunjung datang untuk berenang di kolam ini sambil menikmati indahnya formasi stalaktit dan stalakmit di dalam gua.

Alamat: Bontoborusu, Kec. Bontoharu, Kab. Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan

2. Bukit Nane

Kalau Labuan Bajo terlalu ramai buatmu, Bukit Nane bisa jadi solusinya. Terletak di Pulau Polassi, Bukti Nane ini bisa di bilang merupakan Labuan Bajo versi Sulawesi. Bukit besar berbatasan langsung dengan pantai dan lautan luas. Kalau kamu datang di musim panas, bukit ini akan berwarna kecokelatan karena rumputnya mengering.

Sebaliknya di musim hujan, kamu akan menemukan bukit hijau yang indah. Untuk bisa menikmati pemandangan secara maksimal, kamu perlu mendaki selama 30 menit hingga puncak bukit. Dari puncak, kamu dapat leluasa menyaksikan pantai pasir putih dan lautan lepas.

Puas melihat pemandangan, kamu dapat langsung turun ke pantai dan berenang di tepian. Kedengarannya asik, ya?

0 Komentar