Apakah Benar Vape Bisa Bikin Ketagihan? Jangan Sampai Terjebak dengan Rasanya yang Nikmat

(Twitter.com/healthy)
(Twitter.com/healthy)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kita ketahui bahwa vape atau rokok elektronik ini memang bisa bikin ketagihan seseorang yang menggunakannya. Banyak yang mengatakan bahwa vape di desain dengan tujuan agar lama-kelamaan orang akan berhenti merokok. Vape ini berbeda dengan rokok biasa yang menggunakan tembakau.

Walaupun vape ini tidak memakai tembakau, tetapi vape ini mengandung nikotin yang ada di dalam cairan vape. Listrik yang di butuhkan ini untuk mengalirkan nikotin dalam bentuk aerosol. Nah, jika begitu apakah vape bisa bikin ketagihan? Temukan jawabannya di sini.

Apakah Vape Bikin Ketagihan?

Rokok elektrikĀ atau vape ini juga mengandung nikotin. Mungkin banyak orang yang mengetahui bahwa nikotin merupakan zat adiktif yang artinya zat ini bisa menyebabkan ketergantungan. Nikotin ini bisa membentuk seberapa besar tingkat ketergantungan pada tubuh kita.

Baca Juga:Bisa Mengintai Siapa Saja, Ini Dia Ciri Ginjal Bermasalah yang Sering Dianggap Remeh Hati-Hati Urine BerdarahKembali Hidup Sehat! Berikut Cara Berhenti Merokok untuk Menghentikan Kebiasaan Buruk, Segera Lakukan Sekarang

Maka dari itu, mejadi penyebab kamu kesulitan untuk berhenti merokok walaupun sudah tahu ada banyak sekali bahaya kesehatan yang mengintai bila tetap merokok. Gejala fisik di saat kamu mulai berhenti merokok ini, seperti mual, pusing, dan batuk. Para pengguna vape tetap bisa berpotensi menyebabkan ketergantungan.

Informasi dari American Lung Association, kebanyakan orang dewasa mulai merokok pada usia 18 tahun bahkan lebih muda. OIeh sebab itu bsia menyebabkan kecanduan ini semakin kuat. Jika kamu mengonsumsi nikotin di usia yang sangat muda, kemungkinan kecanduan tersebut akan semakin kuat. Tingkat ketergantungan yang sudah terbentuk di dalam tubuh cukup besar. Tak heran jika vape bikin ketagihan.

Vape juga memiliki banyak varian rasa yang berbeda-beda, mungkin hal itu menjadi daya tarik tersendiri dan banyak orang yang mencoba. Rokok elektrik mengandung beberapa zat aditif pada rokok biasa. Perasa tambahan itu di gunakan sebagai pemanis untuk menghasilkan uap vape yang harum.

Dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat memperingatkan risiko kesehatan publik akibat vaping. Jika untuk orang dewasa legal menggunakan vape, namun, tidak dengan anak kecil. Walaupun perasa tersebut tidak menyebabkan ketergantungan, namun salah satu bahan diacetyl bisa menyebabkan penyakit paru-paru yang serius.

Vape Membantu Kamu Berhenti Merokok?

Di buatny vape ini di klaim agar perlahan orang terbiasa untuk tidak merokok. Namun dengan adanya campuran nikotin di dalam cairan perasa, di rasa cukup sulit untuk mempercayainya. Nikotin yang berlebihan masuk ke dalam tubuh juga bisa menyebabkan keracunan.

Bahkan ada di dalam kasus keracunan yang parah, perokok atau pengguna vape bisa mengalami kejang dan depresi pernapasan. Untuk resiko kematian juga masih tetap mengintai bagi para pengguna vape. Jadi, bukan suatu alasan untuk mengonsumsi vape agar bisa berhenti merokok.

***

0 Komentar