RADARCIREBON.TV – Al-Hallaj adalah salah satu tokoh sufi yang paling kontroversial dalam sejarah Islam.
Nama lengkapnya adalah Abu al-Mughith al-Husayn ibn Mansur al-Hallaj. Lahir sekitar tahun 858 M di Persia, Al-Hallaj dikenal karena ajaran-ajarannya yang mendalam tentang cinta ilahi dan persatuan mistis dengan Tuhan.
Namun, ajarannya juga memicu kontroversi besar yang akhirnya mengantarkannya pada hukuman mati.
Baca Juga:Syekh Ahmad al-Badawi: Perjalanan Spiritual Menuju Kedekatan dengan AllahMengenal Lebih Dekat Jalaluddin Rumi: Wali Allah yang Menginspirasi Dunia
Artikel ini akan mengulas kehidupan, ajaran, dan warisan Al-Hallaj, serta mengapa dia dianggap sebagai salah satu wali Allah yang penting namun kontroversial.
Kehidupan Awal
Al-Hallaj lahir di kota Tur di Persia, dalam keluarga yang religius. Sejak kecil, ia menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap kehidupan spiritual dan sering menghabiskan waktu untuk beribadah.
Pada usia yang relatif muda, Al-Hallaj memulai perjalanannya dalam dunia tasawuf dengan menjadi murid Sahl al-Tustari, seorang sufi terkenal.
Kemudian, ia juga belajar di bawah bimbingan Junayd al-Baghdadi, salah satu sufi terbesar pada masanya.
Ajaran dan Pemikiran
Al-Hallaj dikenal karena konsep-konsep mistisnya yang mendalam, terutama pandangannya tentang fana’ (kepunahan) dan baqa’ (kekekalan) dalam Tuhan.
Ia mengajarkan bahwa melalui cinta dan pengabdian total, seorang hamba bisa mencapai fana’, yaitu kepunahan ego dan identitas pribadi dalam Tuhan, yang kemudian diikuti oleh baqa’, yaitu keberadaan yang kekal dalam Tuhan.
Salah satu ajaran Al-Hallaj yang paling terkenal dan kontroversial adalah ungkapan “Ana al-Haqq” yang berarti “Akulah Kebenaran.”
Baca Juga:Perjalanan Spiritual Rabi'ah al-Adawiyah: Mengungkap Makna Cinta dan Kerinduan kepada AllahMenggali Hikmah dari Kehidupan Syekh Abdul Qadir al-Jailani: Pemimpin Para Wali Allah
Pernyataan ini dipahami oleh banyak ulama pada masa itu sebagai klaim ketuhanan, yang dianggap sebagai bentuk kemusyrikan (syirik).
Namun, bagi Al-Hallaj, pernyataan ini adalah ekspresi dari pengalaman mistisnya di mana ia merasa begitu menyatu dengan Tuhan sehingga tidak ada perbedaan antara dirinya dan Kebenaran Ilahi.
Perjalanan dan Pengasingan
Al-Hallaj adalah seorang pengelana yang tak kenal lelah. Ia melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Muslim, termasuk Mekkah, Baghdad, dan India, untuk menyebarkan ajarannya dan mencari pencerahan spiritual.
Di Mekkah, ia menghabiskan waktu yang lama dalam meditasi dan ibadah, yang semakin memperdalam pengalamannya tentang persatuan mistis dengan Tuhan.