- Tes feses, untuk melihat penyebab infeksi, dengan memeriksa sampel tinja di bawah mikroskop
- Tes darah lengkap, untuk melihat tanda-tanda infeksi dan dehidrasi
- Tes elektrolit, untuk mengukur kadar elektrolit dalam darah, seperti natrium, kalium, dan klorida
- Urea breath test, untuk mencari keberadaan bakteri Helicobacter pylori di dalam lambung
Pengobatan Infeksi Saluran Pencernaan
- Minum oralit setiap diare atau muntah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang keluar
- Menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi, bisa dari air putih, ASI, susu formula, jus buah, maupun kaldu, sesuai dengan usia penderita
- Mengonsumsi makanan yang lunak dalam porsi kecil, seperti bubur atau sup,
- Berhenti makan atau minum jika mual atau muntah kembali, dan melanjutkan makan dengan porsi kecil setelah beberapa jam.
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein, makanan berlemak atau berbumbu menyengat, dan makanan tinggi serat selama masih diare.
- Minum suplemen, seperti zinc dan probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus, untuk mempercepat penyembuhan diare.
- Mengonsumsi obat antidiare yang dapat di beli di apotek, tetapi konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat diare atau obat apa pun kepada anak
- Mengonsumsi obat antibiotik atau antiparasit sesuai dengan aturan pakai dari dokter
- Beristirahat dan tidur yang cukup
- Rutin mencuci tangan selama sakit, terutama setelah buang air dan sebelum makan
- Izin tidak sekolah atau melakukan aktivitas lain hingga 2 hari setelah keluhan pada anak benar-benar sembuh untuk mencegah penularan
- Infeksi saluran pencernaan dengan gejala atau dehidrasi berat perlu di tangani di rumah sakit. Dokter dapat memberikan obat untuk mengatasi infeksi dan cairan melalui infus. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk mengatasi diare dan muntah.
Demikian Sedikit Informasi mengenai infeksi saluran percernaan yang mungkin juga bisa di kurangi dengan mengonsumsi makan makanan yang sehat.