5. Fort Rotterdam, saksi yang tidak dapat didengar tentang penahanan Pangeran Diponegoro
Salah satu tempat bersejarah Makassar adalah Fort Rotterdam. Pada awalnya, Benteng Ujung Pandang adalah nama benteng yang dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo. Namanya berubah menjadi Fort Rotterdam ketika kolonial Belanda datang. Tak lama kemudian, pasukan yang dipimpin Sultan Hasanudin berhasil mengambil kembali bangunan ini.
Saat Pangeran Diponegoro ditahan dan diasingkan, salah satu ruangannya menjadi saksi sejarah. Dengan mengunjungi tempat ini, Anda dapat memperoleh pemahaman lebih lanjut tentang sejarah dan kisah perjuangan pahlawan, terutama selama penjajahan Belanda.
6. Gedung Sate masih menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung
Bangunan ini sudah sangat familiar bagi penduduk Bandung. Gedung Sate, yang berada di tengah kota, masih berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung.
Baca Juga:Inilah Informasi Tentang Rute, Aktivitas Seru dan Fasilitas Museum Nasional IndonesiaKamu Bosan dengan Xiaomi 14T Pro? Inilah 5 Pilihan Alternatif dengan Performa Gahar Dimensity 9300+
Di atas menara sentral, Gedung Sate memiliki ornamen yang unik dengan enam tusuk sate yang melambangkan bahwa itu dibangun selama enam gulden.
7. Taman Sari, yang dulunya merupakan tempat rekreasi keluarga kerajaan
Taman Sari di Yogyakarta, bagian dari Keraton, adalah tempat rekreasi keluarga kerajaan. Bangunan ini unik karena telah digunakan sebagai benteng selama penjajahan.
8. Jam Gadang, monumen terkenal di Sumatra Barat
Salah satu bangunan paling terkenal di Sumatra Barat adalah Jam Gadang di Bukittinggi. Menara ini, yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926, mencapai tinggi 26 meter.
Menara Jam Gadang unik karena dibangun tanpa besi penyangga dan semen. Selain itu, dibangun dengan bahan tradisional seperti kapur, putih telur, dan pasir putih. Wow, apakah itu mungkin?
Jika Anda ingin mengenang sejarah Indonesia, ada banyak tempat lain yang harus Anda kunjungi selain kelima bangunan di atas. Tidak hanya itu menyenangkan, tetapi juga membantu Anda memahami sejarah Indonesia. Itu bagus, bukan?
