Berbeda Dengan Dedi Mulyadi, Ini Dia Cara Eri Cahyadi Menangani Siswa Bandel

Walikota Surabaya Eri Cahyadi
Cara Eri Cahyadi Menangani Siswa Bandel. Foto: Radar Surabaya/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

Melalui asrama di KANRI hingga program “satu keluarga satu sarjana” dalam program bibit unggul, pendidikan karakter dilakukan di asrama akan dilakukan secara jangka panjang.

Sasarannya akan diutamakan kepada anak yang sebelumnya dijangkau oleh satpol PP di Surabaya, kemudian mereka akan melakukan berbagai kenakalan seperti mengamen, ngelem hingga terlebih terlibat perkelahian.

Dengan adanya program tersebut, para siswa yang nakal tersebut tidak akan dihukum atau dipaksa melakukan kegiatan fisik di asrama.

Baca Juga:Buruan!! Cek, Apakah Nama Anda Terdaftar Kedalam Penerima BansosMau Kuliah Ikatan Dinas, Ini Syarat Masuk Kuliah di STAN

Siswa tersebut akan ditawarkan kebersamaan dan ruang kelas yang memadai untuk mengubah pola pikir mereka.

Beberapa peserta di asramakan RI maupun bibit unggul berasal dari keluarga yang memang kurang mampu, bagi mereka yang berada di kondisi tersebut maka akan mendapatkan bantuan biaya dari Pemkot Surabaya.

Eri Cahyadi menawarkan bantuan biaya pendidikan dengan syarat sederhana yaitu, anak-anak harus berada di rumah pada pukul 22.00 WIB malam.

Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk (DP3A – PPKB) Kota Surabaya, Ida Widyawati menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak cepat menindaklanjuti arahan walikota Eri Cahyadi terkait pembinaan orang tua dan remaja.

Tidak hanya itu, ada pula program yang menyasar orang tua dengan penghasilan di bawah Rp4.000.000 untuk diikutsertakan dalam program padat karya.

Menurut Ida, mayoritas anak-anak yang pernah dijangkau atau mengalami kurang perhatian dari orang tua, mereka akan cenderung terpengaruh hal-hal negatif.

0 Komentar