•Masalah struktural di tubuh MU
Kekalahan dari Grimsby hanyalah puncak gunung es. Ada sejumlah masalah yang lebih mendasar.
1. Filosofi taktik yang tak fleksibel, Skema 3-4-3 yang jadi ciri khas Amorim belum teruji di Premier League.
2. Skuad yang belum seimbang, Rekrutan anyar belum padu, sementara pemain senior gagal menunjukkan kepemimpinan.
Baca Juga:Rp Milyaran Dihabiskan untuk Dua Rekrutan Bintang, Persib Jadi Klub Termahal di BRI Super League Musim IniAmorim Sebut MU Belum Siap, Realitas Kelam Setan Merah Jelang Era Baru
3. Krisis identitas klub, United terjebak antara membangun proyek jangka panjang atau mengejar hasil instan.
Ke mana arah MU selanjutnya?
Manchester United kini berada di persimpangan jalan. Beberapa opsi yang mungkin ditempuh antara lain.
- Mencoba bangkit di Premier League meski start musim sudah mengecewakan.
- Memusatkan energi pada Piala FA sebagai penyelamat musim.
- Mengevaluasi posisi Amorim, bahkan tidak menutup kemungkinan mengganti pelatih jika performa tak kunjung membaik.
Kesimpulan
Kekalahan dari Grimsby menegaskan bahwa masalah di Manchester United lebih besar daripada sekadar satu laga buruk.
Amorim kini berada dalam tekanan hebat, sementara fans menuntut perubahan nyata.
Masa depan klub bergantung pada keputusan manajemen, bertahan dengan proyek Amorim yang penuh risiko, atau mencari jalan baru demi menyelamatkan musim.