Pertahanan Tangki Garuda! Keandalan Jantung Bek Timnas Indonesia Menuju FIFA Matchday September

Sepakbola Indonesia
Justin Hubner, bek muda berusia 21 tahun yang belum lama ini memperkuat Fortuna Sittard di kompetisi Eredivisie. Foto: Ig justinhubner5/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Pelatih Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert, menghadapi tantangan besar, menyiapkan lini pertahanan tangguh untuk menghadapi dua laga uji coba krusial pada FIFA Matchday September 2025.

Dengan penuh pertimbangan, ia memilih lima bek tengah yang memiliki kombinasi kualitas, pengalaman, dan potensi berkembang, sebuah tanda bahwa pertahanan tim akan menjadi fondasi utama perjuangan Garuda.

Komposisi Bek Tengah, Keberagaman dan Kedalaman

Dalam skuad akhir berisi 27 pemain ini, terdapat lima sosok bek tengah yang dinilai bisa diandalkan. Mereka terdiri dari.

1. Justin Hubner

Baca Juga:Duo Bek Timnas Indonesia Justin Hubner dan Dean James Bersinar di Laga Perdana Eredivisie 2025/26Debut Lawan Klub Bundesliga! Justin Hubner Buktikan Diri:Garuda Punya Bek Kelas Eropa!

Bek muda berusia 21 tahun yang belum lama ini memperkuat Fortuna Sittard di kompetisi Eredivisie. Ia cepat dipercaya bermain penuh sejak musim bergulir, menandakan kepercayaan besar terhadap kualitasnya.

2. Jay Idzes, yang baru saja berstatus kapten Timnas

Setelah meninggalkan Venezia, ia kini merapat ke klub Italia lainnya, Sassuolo, sebuah tanda ambisi dan tanggung jawab besar sebagai pemimpin barisan pertahanan.

3. Rizky Ridho

Produk Persija Jakarta yang musim ini menunjukkan performa solid. Bersama Jordi Amat, lini belakang Persija mencetak dua clean sheet di awal musim Liga Super, menunjukkan chemistry dan kestabilan yang potensial di level timnas.

4. Jordi Amat

Sosok berpengalaman yang kini berseragam Persija. Pemain keturunan Spanyol ini dianggap sebagai mentor sekaligus figur stabil meski usia tidak muda lagi, ia masih membawa aura profesionalitas tinggi.

5. Mees Hilgers,

Usia 23 tahun, pemain FC Twente yang saat ini tengah menantikan kesempatan bermain kembali karena minimnya menit main. Namun Kluivert tetap memberi kepercayaan padanya, menandakan potensi besar untuk berkembang.

Memori Kolektif dan Persiapan Mental

Menurut Jordi Amat, laga uji coba melawan Kuwait dan Lebanon bukan sekadar pemanasan biasa, ini adalah gladi strategis sebelum “perang sesungguhnya” di Oktober, ketika Timnas menghadapi Arab Saudi dan Irak dalam babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Atmosfer fanatik di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, akan menjadi ujian mental sekaligus pembangkit semangat.

•Latar Belakang Strategis dan Peluang Taktis

Baca Juga:Pasca Dipermalukan Grimsby, Manchester United dan Amorim di Persimpangan JalanPertaruhan Papan Bawah Klasemen, PSBS Biak vs Persik Kediri Berebut Pintu Keluar Dari Zona Degradasi!

Pemilihan bek-bek ini tidak sekadar berbasis nama, melainkan mempertimbangkan gaya bermain mereka yang berbeda-beda dan bagaimana itu bisa membentuk barisan pertahanan yang adaptif.

0 Komentar