Breakingnews! Demonstrasi di Cirebon Ricuh: Banyak Fasilitas Rusak, Situasi Mencekam!

Demo anarkis di Cirebon
Mas aksi demonstrasi di Cirebon Ricuh Foto : ist
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Gelombang protes nasional yang bermula di Jakarta kini menjalar hingga ke daerah. Cirebon menjadi salah satu titik panas pada Sabtu siang ketika ribuan massa aksi turun ke jalan.

Apa yang awalnya hanya berupa orasi dan long march, akhirnya pecah menjadi kericuhan yang merembet ke berbagai fasilitas milik kepolisian.

Sejak pagi, massa sudah berkumpul di Terminal Weru. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mahasiswa, masyarakat sipil, solidaritas ojek online, hingga pelajar STM. Jumlah mereka membengkak menjadi ribuan orang. Aksi kemudian bergerak ke simpang lampu merah Plered, sebuah titik strategis yang menghubungkan jalur lalu lintas utama. Disini, massa menutup total akses empat arah, memaksa arus kendaraan lumpuh total.

Baca Juga:Link Streaming, Jadwal dan Prediksi Real Madrid vs Mallorca: Tiket Madrid Menuju PuncakGulung Dewa United, Persija ke Puncak Klasemen

Orasi-orasi lantang terdengar. Spanduk dengan kalimat bernada protes diangkat tinggi, memperlihatkan akumulasi kekecewaan rakyat. Namun, selepas itu situasi berubah. Massa yang bergerak menuju Sumber tiba-tiba melempari Mapolsek setempat. Batu, kayu, hingga benda-benda lain melayang ke arah kantor polisi. Kaca pecah, genteng pecah, taman rusakz suasana berubah tegang.

Tidak berhenti sampai di sana, iring-iringan massa terus melaju ke Mapolresta Cirebon. Bentrokan terbuka pun tak terhindarkan. Aparat yang berjaga dilempari berbagai benda: batu, bambu tiang bendera, hingga apapun yang bisa dijadikan senjata. Massa juga merusak Pospol serta ikon patung udang kembar di taman PKK, sebuah simbol daerah yang ikut jadi sasaran amuk.

Puncak kericuhan terjadi ketika barikade jalan (barrier) dibakar. Api menyala di tengah jalan, asap mengepul, membuat suasana kian mencekam. Jalanan yang biasanya ramai kendaraan berubah menjadi arena konfrontasi.

Apa yang terjadi di Cirebon bukanlah kasus tunggal. Aksi ini merupakan rangkaian gelombang protes yang sebelumnya pecah di Jakarta. Isu utamanya menyulut amarah publik: gaji fantastis anggota DPR RI, lengkap dengan tunjangan rumah Rp50 juta per bulan. Pernyataan sebagian anggota dewan yang justru melecehkan rakyat dengan menyebut “tolol” serta sikap joget-joget saat sidang HUT RI, menjadi pemicu bara yang sulit dipadamkan.

Alih-alih menenangkan publik, respons DPR justru memperkeruh suasana. Ajakan agar polisi menangkap para demonstran yang anarkis dianggap sebagai bukti nyata arogansi kekuasaan. Rakyat yang sedang terhimpit krisis ekonomi justru merasa diremehkan.

0 Komentar