RADARCIREBON.TV – Aksi demonstrasi di Kabupaten Cirebon yang sejak siang hari memanas akhirnya pecah menjadi tragedi. Massa yang awalnya terlibat bentrokan dengan aparat keamanan, bergerak liar menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon. Tanpa negosiasi, tanpa dialog, kerumunan itu langsung merangsek masuk dan menghancurkan hampir seluruh fasilitas pemerintahan.
Ketegangan yang sudah terlihat sejak awal aksi benar-benar meledak siang tadi. Ribuan massa menolak mundur, dari di jalan utama, kemudian mengalihkan arah menuju kompleks DPRD. Dengan teriakan lantang dan amarah yang tak terbendung, mereka mendobrak gerbang utama, merusak pos satpam, dan menyerbu ke dalam.
Begitu masuk, massa mengobrak-abrik setiap sudut gedung. Ruang paripurna yang seharusnya menjadi tempat perdebatan demokratis berubah menjadi arena perusakan. Meja, kursi, hingga perangkat elektronik rusak parah. Beberapa jendela dilempari batu dan pecah berantakan.
Baca Juga:Breakingnews! Demonstrasi di Cirebon Ricuh: Banyak Fasilitas Rusak, Situasi Mencekam!Link Streaming, Jadwal dan Prediksi Real Madrid vs Mallorca: Tiket Madrid Menuju Puncak
Tidak hanya ruang utama, ruangan-ruangan anggota dewan juga tak luput dari sasaran. Arsip, komputer, dan peralatan kerja dihancurkan. Pos satpam di bagian depan dirusak, bahkan kaca-kaca pintu berderai. Hampir semua fasilitas vital di gedung DPRD kini dalam kondisi rusak berat.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, perusakan terjadi begitu cepat. “Orang-orang langsung masuk, ada yang menendang pintu, ada yang melempar kursi. Kami hanya bisa lari menyelamatkan diri,” ujar seorang pegawai DPRD yang berhasil keluar sebelum api membesar.
Puncak dari amukan massa terjadi ketika bagian belakang dan samping gedung mulai terbakar. Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari atap DPRD. Api dengan cepat menjalar, melahap dokumen, perabotan, hingga interior kayu. Kobaran api semakin besar seiring teriakan massa yang seolah menganggap pembakaran itu sebagai klimaks dari aksi mereka.
Dari pantauan lapangan, api pertama kali muncul di bagian belakang gedung. Belum diketahui apakah berasal dari botol berisi bensin, kembang api, atau pembakaran sengaja oleh massa. Beberapa menit kemudian, bagian samping gedung ikut terbakar, lalu menjalar ke seluruh atap.
Situasi benar-benar di luar kendali. Asap hitam pekat yang mengepul dari gedung DPRD terlihat jelas