RADARCIREBON.TV – Jika ada laga yang bisa disebut sebagai pertandingan hidup-mati di awal musim, maka duel Manchester United kontra Burnley di Old Trafford, Sabtu (30/8/2025) pukul 21.00 WIB, pantas menyandangnya. Bukan untuk Burnley, melainkan untuk Ruben Amorim, manajer yang baru saja mendarat di Manchester dengan label “jenius taktik” namun dua laga pertama Premier League sudah bikin fans geleng-geleng kepala.
Tersingkir di Carabao Cup dari tim divisi empat sudah cukup jadi bahan ejekan, tapi yang lebih parah adalah start di liga. Hanya satu poin dari dua pertandingan membuat United tercecer di peringkat 16 klasemen. Kalau ada papan skor yang bisa menampilkan rasa malu, mungkin Old Trafford sudah lama memutarnya.
Dalam dua laga pembuka Premier League, United terlihat seperti tim yang bingung dengan dirinya sendiri. Kalah 0-1 dari Arsenal dan imbang 1-1 lawan Fulham, permainan mereka lebih banyak memamerkan kesalahan passing daripada kreasi serangan. Old Trafford, yang dulu terkenal sebagai “Theatre of Dreams”, belakangan lebih mirip ruang tunggu frustrasi.
Baca Juga:Pasca Dipermalukan Grimsby, Manchester United dan Amorim di Persimpangan JalanHasil Mu Carabao Cup 2025: Grimsby Guncang Manchester United, Lolos ke 16 Besar Lewat Adu Penalti
Ruben Amorim didatangkan untuk membangun identitas baru, membawa gaya sepak bola modern, pressing agresif, serta transisi cepat. Nyatanya, yang terjadi baru sekadar teori di papan tulis. Di lapangan, para pemain lebih sering tampak kebingungan, seakan lupa siapa yang harus dikejar, siapa yang harus ditandai, dan ke mana arah bola harus dikirim.
Tak heran, suara “Amorim Out” sudah terdengar lebih keras ketimbang chant dukungan. Bahkan, sebagian fans menilai United kini hanya menang mahal di bursa transfer, kalah telak di atas rumput hijau.
Trio BBM: Bahan Bakar atau Bom Waktu? Harapan masih bertumpu pada trio penyerang anyar: Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Matheus Cunha. Media Inggris dengan cepat menjuluki mereka sebagai “Trio BBM”, dengan harapan bisa jadi bahan bakar mesin gol United. Sayangnya, sejauh ini BBM lebih sering macet di tengah jalan.
Harga mahal sudah keluar, tapi gol-gol masih mampir di mimpi. Mbeumo rajin berlari tapi sering tanpa arah, Sesko masih mencari sentuhan emasnya, sementara Cunha seperti terjebak dalam peran yang tak jelas. Kalau malam nanti mereka kembali tumpul, bukan tak mungkin fans akan mengganti singkatan BBM menjadi “Bikin Buntu Manchester”.