Wasit VAR Jadi Sorotan, Divaldo Alves Kritisi Kontroversi Penggunaan Teknologi Usai Kekalahan PSBS dari Persik

Sepakbola Indonesia
PSBS sempat menyamakan kedudukan berkat gol Andre Oktaviansyah pada menit ke-⁠69. Foto: Ig psbsofficial/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- PSBS Biak kembali menelan kekalahan dalam pekan keempat kompetisi BRI Super League musim 2025–2026, takluk 1-2 dari Persik Kediri.

Usai laga di Stadion Maguwoharjo, pelatih PSBS, Divaldo Alves, menaruh sorotan tajam terhadap kinerja wasit, terutama dalam penerapan teknologi VAR (Video Assistant Referee).

Pada pertandingan tersebut, PSBS sempat menyamakan kedudukan berkat gol Andre Oktaviansyah pada menit ke-⁠69, menyusul keunggulan Persik yang dicetak oleh Irkham Zahrul Mila dua menit sebelumnya.

Baca Juga:Hasil Akhir Dewa United vs Persija Jakarta Macan Kemayoran Amankan Kemenangan 1-3 di Bri Super League Hari iniFC Bhayangkara vs Persis Solo: Hasil, Statistik, dan Analisis Bri Super League Indonesia 2025

Namun, memasuki injury time, Persik Kediri mencetak gol kedua lewat Jose Rodriguez yang memastikan kemenangan tipis ke kedalaman skor 2-1.

Divaldo kemudian mengungkapkan rasa frustrasinya dalam konferensi pers. Ia menyoroti inkonsistensi penggunaan VAR, dalam situasi kritis pada laga, keputusan terhadap tim lawan tampak tidak melalui VAR, sementara timnya dirugikan.

“Kalau ada apa, di tim lain, cek VAR. Kalau lawan kita, tidak cek VAR. Kita mau sampai mana ini? I don’t understand.” keluhnya.

Ini bukan kritik pertama Divaldo terhadap penerapan VAR. Saat laga melawan Arema FC yang berakhir dengan kekalahan 1-4, ia juga menyatakan penggunaan VAR lebih minim dalam momen krusial seperti penalti atau indikasi offside.

Kritikan tersebut kembali mengemuka, mengindikasikan keraguan atas transparansi pengambilan keputusan wasit.

Catatan Kinerja PSBS Biak Musim Ini

PSBS Biak, tim promosi yang julukan “Badai Pasifik”, berstatus sebagai klub baru di kasta tertinggi musim ini setelah menjuarai Liga 2 musim 2023-24. Ia tampil sebagai tim underdog dengan ambisi realistis, menghindari degradasi, dan jika memungkinkan, finis di posisi 10 besar.

Menjelang musim, Divaldo menegaskan bahwa timnya akan mengedepankan karakter permainan yang solid, mereka tak mengejar estetika, melainkan konsistensi, mental, dan kejutan lewat kerja keras.

Baca Juga:Max Dowman! Mampukah Wonderkid Arsenal Pecahkan Rekor Gol Termuda Premier League Musim Ini?Mohamed Salah & Virgil van Dijk!! Ikon Finansial Liverpool di Musim 2025

Namun, performa di lapangan belum menunjang ekspektasi tersebut. PSBS belum meraih kemenangan hingga pekan keempat dan masih terjebak dalam tren tanpa kemenangan maupun poin penuh. Selain itu, mereka dianggap kesulitan menguasai lini tengah, dan sering kehilangan bola pada fase penting pertandingan.

0 Komentar