PSG terlalu kaya, terlalu dalam secara skuad, dan terlalu nyaman di atas singgasana. Ketika klub lain berjuang dengan anggaran terbatas, PSG membeli pemain bintang sesuka hati. Ketika klub lain berusaha membangun akademi, PSG mendatangkan pemain jadi dari luar negeri. Tidak ada yang bisa melawan.
Epilog: Toulouse Dibantai, Liga Prancis Terbantai. Babak kedua pertandingan ini mungkin hanya akan jadi formalitas. PSG bisa menambah gol, bisa juga tidak. Tapi pesan sudah disampaikan: tidak ada yang bisa menahan mereka di level domestik. Toulouse hanyalah korban paling anyar.
Ironisnya, fans sepak bola dunia tidak akan mengingat skor 4-1 ini. Mereka hanya akan mengingat bahwa PSG kembali terlalu mudah di Ligue 1. Yang ditunggu semua orang hanyalah Liga Champions—kompetisi di mana PSG belum pernah benar-benar jadi raja.
Baca Juga:Hasil Drawing Liga Champions 2025/2026: PSG Satu Grup Sama Barca & Bayern!PSG Kendur di Meja Negosiasi, Donnarumma Semakin Dekat ke Manchester City
Untuk Toulouse, ini luka yang pedih. Untuk PSG, ini hanyalah pemanasan. Untuk Ligue 1, ini alarm keras: kompetisi kalian sudah tidak menarik lagi.