RADARCIREBON.TV – Barcelona datang ke markas Rayo Vallecano dengan satu misi: menyalip Real Madrid dan Villarreal dari papan atas klasemen La Liga. Sebuah misi yang di atas kertas tampak sederhana, tapi di lapangan bisa berubah jadi drama tragikomedi.
Masalahnya, untuk menyalip Villarreal yang sudah melesat dengan 9 poin dan 8 gol, Barcelona butuh pesta gol. Setidaknya menang dengan empat gol lebih. Dan di sinilah pelatih baru, Hansi Flick, diuji: mampukah ia mengubah Barcelona menjadi mesin gol yang efisien, atau justru melanjutkan tradisi Blaugrana yang sering frustrasi di laga-laga kecil?
Flick dan Tuntutan “Cepat Jadi Sempurna”. Hansi Flick mungkin baru beberapa bulan duduk di kursi panas Camp Nou, tapi tuntutan padanya sudah melebihi batas wajar. Fans Barça tak peduli kalau ia butuh waktu adaptasi. Mereka tidak mau dengar alasan bahwa skuad masih dalam proses. Yang mereka tahu, nama besar Flick datang dengan reputasi: treble winner bersama Bayern, pelatih yang pernah bikin Barcelona babak belur 2-8.
Baca Juga:Barcelona Pusing Anggaran, Hansi Flick Desak Datangkan Bek Segar untuk Lini BelakangMenang Susah Payah, Hansi Flick Akui Barcelona Harus Banyak Belajar dari Duel Lawan Levante
Ironisnya, kini justru Barcelona yang menggantungkan nasibnya pada tangan pria asal Jerman itu. Bedanya, kali ini Flick bukan sedang memimpin mesin Bavaria yang sempurna, melainkan tim Blaugrana yang masih suka kehilangan arah begitu ditekan.
Rayo Vallecano, Bukan Lawan Favorit. Rayo Vallecano saat ini nangkring di peringkat 11 klasemen. Mereka menang 3-1 atas Girona, lalu kalah 0-1 dari Athletic Bilbao. Tidak ada yang istimewa, tapi Rayo punya satu senjata: stadion mereka, Campo de Fútbol de Vallecas. Tribun yang dekat ke lapangan, atmosfer keras, dan semangat underdog membuat siapa pun yang datang bisa dibuat kikuk.
Barcelona sendiri punya rekor yang tidak selalu manis saat melawan Rayo. Beberapa kali mereka dipermalukan di tempat yang sama. Jadi, meski di atas kertas Barcelona jauh lebih superior, Flick tidak bisa sekadar berandai-andai soal pesta gol.
Gaya Flick vs Tradisi Barça. Flick dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan pressing tinggi, transisi cepat, dan sepak bola langsung ke depan. Itu sangat berbeda dengan DNA Barcelona yang selama ini mengedepankan tiki-taka. Tantangan besar bagi Flick adalah bagaimana mengawinkan dua filosofi ini.