Sesko sendiri dalam wawancara usai laga menyebut bahwa mencetak gol di Old Trafford menurutnya “impian yang menjadi kenyataan”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa masih banyak yang bisa dia tunjukkan, dan penampilan terbaiknya belumlah hadir.
Tekanan Adaptasi dan Harapan yang Membumbung
Sebelum golnya di kandang, Sesko sempat mengalami “mandek gol” dalam beberapa laga awalnya bersama United dan timnas Slovenia. Bahkan ada catatan bahwa ia belum mencetak gol dalam enam pertandingan awalnya.
Tak sedikit pihak yang meyakini bahwa performa puncaknya belum muncul, dan masih banyak ruang untuk berkembang. Rekan timnas Slovenia, Andraz Sporar, misalnya, menyatakan keyakinannya bahwa Sesko akan menjadi mesin gol yang andal bagi Manchester United, asalkan klub bersabar dan memberinya waktu adaptasi. “Dia punya kecepatan, kekuatan, IQ sepak bola yang bagus,” ujarnya.
Baca Juga:Benjamin Sesko Akhirnya Bobol Gawang Lawan, Namun Momen Terasa Pahit, Ada Apa?300 Menit Tanpa Gol, Sesko Siap Buktikan Diri di Laga Brentford vs MU
Kendala adaptasi pun nyata dirasakan Sesko sendiri. Dalam wawancara di MUTV setelah golnya di Old Trafford, ia mengakui bahwa gaya bermain di Premier League lebih cepat dan fisik dibanding Bundesliga. Ia bilang bahwa masih belajar “membaca pemain” dan membangun koneksi lebih erat dengan rekan setimnya.
Sejumlah analisis media juga menyebut bahwa meski Sesko memiliki kualitas udara yang luar biasa dan kehadiran fisik yang dominan, problem tim United sekarang ialah, bagaimana memasukkannya lebih dalam dalam pola serangan bukan hanya rely on umpan silang. Artikel “Finding Sesko takes more than just crosses” membahas bahwa ia perlu lebih banyak keterlibatan dalam build-up play agar potensi penuhnya muncul.
•Dampak Positif Kemenangan 2-0 vs Sunderland
Kemenangan 2-0 atas Sunderland sangat penting secara moral bagi Man United, terutama setelah awal musim yang belum stabil. Mason Mount mencetak gol pembuka, dan Sesko menggandakan keunggulan dengan gol “insting”.
Penaltinya sempat menjadi kontroversi: wasit pertama kali memberikan penalti untuk Sunderland atas pelanggaran yang dikaitkan dengan Sesko, tetapi melalui intervensi VAR keputusan itu dibatalkan setelah dievaluasi ulang. PGMOL (organisme wasit Inggris) menyatakan bahwa tidak ada kontak signifikan dan bahwa bola sebenarnya sudah keluar dari lapangan, sehingga penalti tidak pantas diberikan.
