RADARCIREBON.TV – Suasana tegang dan pengamanan super ketat menyelimuti kedatangan Timnas Israel di Oslo, Norwegia, menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup I melawan tuan rumah.
Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang olahraga murni ini dipastikan akan diselimuti oleh nuansa politik yang memanas, menyusul rencana demonstrasi besar-besaran pro-Palestina yang bertepatan dengan hari pertandingan.
Timnas Israel mendarat di Bandara Gardermoen, Oslo, pada Kamis malam (waktu setempat), dan langsung disambut dengan peningkatan pengamanan yang luar biasa ketat dari otoritas Norwegia.
Baca Juga:Muncul Opsi Tuan Rumah Pildun 2026 Wujud Kekecewaan Terhadap Sikap Politik AmerikaPeta Jalan Garuda Menuju Piala Dunia 2026: Hanya Juara Grup yang Lolos Langsung, Peringkat Tiga Auto Gagal
Pihak keamanan telah menyiapkan operasi pengamanan besar-besaran untuk mengantisipasi potensi kericuhan dari aksi protes yang sudah diumumkan.
Suara Protes dari Komite Palestina Norwegia
Ketegangan ini dipicu oleh pengumuman dari Norwegian Palestine Committee yang berencana menggelar unjuk rasa bertepatan dengan pertandingan yang akan dimainkan Sabtu malam waktu setempat, atau Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, di Stadion Ullevaal. Protes ini merupakan representasi dari sentimen politik terkait konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Pertandingan antara Norwegia dan Israel sendiri telah menarik perhatian publik secara luas, terlihat dari tiket yang terjual habis di Stadion Ullevaal yang berkapasitas lebih dari 27.000 penonton.
Meskipun demikian, fokus utama kini teralih dari skor di lapangan menjadi isu politik dan keamanan di luar lapangan.
Seruan FIFA dan Sikap Kemanusiaan Federasi Norwegia
Menyikapi situasi yang kian sensitif ini, Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengeluarkan seruan agar semua pihak, terutama para pengunjuk rasa, untuk tetap tenang.
Infantino menyatakan bahwa isu ini memang melampaui batas-batas sepak bola, namun olahraga tetap harus ambil bagian.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) menunjukkan sikap kemanusiaan yang kuat. NFF mengumumkan bahwa seluruh hasil penjualan tiket pertandingan ini akan didonasikan untuk kegiatan kemanusiaan.
Baca Juga:Harapan dan Nazar Presiden Prabowo untuk Kelolosan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026Empat Pilar Indonesia Bersinar di Tengah Kekalahan: Maarten Paes dan Kevin Diks Paling Menonjol
Secara spesifik, dana tersebut akan disalurkan kepada program darurat organisasi Doctors Without Borders (Dokter Lintas Batas) yang bekerja di Gaza dan wilayah sekitar yang terdampak konflik.
Konteks politik yang mendasari protes ini sangatlah mendalam. Konflik Israel-Palestina, yang dipicu oleh aksi Hamas pada 2023 dan dibalas dengan kampanye darat dan udara Israel, telah menimbulkan kerugian jiwa yang masif.
