3. Gabriel Batistuta – Dari Lapangan Hijau ke Padang Polo
Gabriel “Batigol” Batistuta adalah simbol ketajaman di era Serie A 1990-an. Namun, setelah pensiun, ia hampir tak pernah menonton pertandingan sepak bola. Dalam beberapa wawancara, ia menyebut bahwa sepak bola hanyalah pekerjaan, bukan hiburan.
Batistuta menemukan kedamaian baru dalam olahraga polo, yang lebih santai dan jauh dari hiruk pikuk stadion. Bahkan, ia memiliki lapangan polo pribadi di Argentina. Ia mengatakan bahwa ketika bermain polo, ia merasa benar-benar bebas, sesuatu yang jarang dirasakan selama karier profesionalnya yang penuh tekanan. Dari hal itu terlihat, kejayaan tidak selalu berarti cinta abadi pada permainan.
4. Carlos Vela – Film Lebih Seru dari Sepak Bola
Carlos Vela, pemain asal Meksiko yang sempat bersinar di Real Sociedad dan kini di MLS, juga termasuk dalam deretan bintang yang “tidak terobsesi” dengan sepak bola. Ia pernah mengatakan, “Jika ada film bagus dan pertandingan hebat di waktu bersamaan, saya pilih filmnya.”
Baca Juga:Penggemar Sepak Bola Wajib Tonton! Ronaldinho Muncul di Iklan Terbaru Shopee!Cetak 44 Gol, Tapi Gagal Juara! Mbappe Dapat Sindiran Halus dari Gareth Bale
Bagi Vela, sepak bola adalah pekerjaan, sesuatu yang ia lakukan dengan baik, tapi tidak menjadi pusat hidupnya. Ketika rekan-rekannya sibuk menonton ulang pertandingan atau menganalisis lawan, Vela lebih memilih menonton film dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia tetap kompetitif di lapangan, tapi memilih hidup sederhana di luar sorotan.
5. Ronaldinho – Maestro yang Tak Pernah Tertarik Nonton 90 Menit
Sulit membayangkan Ronaldinho, ikon gaya, senyum, dan kreativitas, sebagai seseorang yang tidak menikmati menonton sepak bola. Tapi faktanya, ia sendiri pernah mengatakan bahwa ia “tidak pernah menonton pertandingan penuh selama 90 menit.”
Bagi Ronaldinho, yang penting adalah momen-momen magis, trik, gol, dan senyum penonton. Ia lebih suka menonton cuplikan highlight ketimbang duduk diam menonton satu laga penuh. Filosofinya sederhana, sepak bola harus dinikmati, bukan dipelajari berlebihan. Ia bermain dengan hati, bukan dengan nalar statistik. Itulah yang membuatnya jadi legenda unik, spontan, bebas, dan tanpa beban.
6. Christian Vieri – Dari Gol ke Kriket
