RADARCIREBON.TV – Ketidakpastian menyelimuti partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat memunculkan spekulasi serius terkait kemungkinan pengunduran diri Iran dari turnamen akbar tersebut. Jika skenario itu benar-benar terjadi, FIFA telah memiliki mekanisme resmi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Sebagaimana diketahui, Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Undian yang dilaksanakan pada Desember 2025 menempatkan Iran national football team di Grup G bersama Belgium national football team, Egypt national football team, dan New Zealand national football team.
Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat. Bahkan, Iran dikabarkan telah memilih Kino Sports Complex di Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan selama turnamen berlangsung. Namun, kondisi politik terbaru menimbulkan pertanyaan besar mengenai realisasi rencana tersebut.
Baca Juga:Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Apakah Indonesia Masuk Daftar Pengganti? Ini Penjelasan Resmi FIFADampak Serangan Israel ke Iran: Harga Emas 2026 Melonjak Tajam, Apakah Akan Naik Terus?
Ketegangan meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan bahwa situasi terkini membuat peluang tampil di Piala Dunia semakin kecil. Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa Iran bisa saja mengambil langkah mundur.
Regulasi FIFA dan Klausul Force Majeure
Dalam menghadapi kemungkinan tersebut, FIFA memiliki regulasi yang jelas. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 6 Regulasi Piala Dunia 2026. Pada regulasi 6.5, dibahas tentang “force majeure” atau keadaan kahar—yakni kondisi luar biasa yang berada di luar kendali dan tidak dapat dihindari.
Apabila sebuah asosiasi anggota mengundurkan diri atau pertandingan tidak dapat dimainkan akibat force majeure, badan penyelenggara FIFA yang berwenang akan mengambil keputusan berdasarkan diskresi penuh mereka. Selanjutnya, dalam regulasi 6.7 ditegaskan bahwa FIFA berhak menentukan tindakan lanjutan, termasuk kemungkinan mengganti peserta yang mundur dengan asosiasi lain.
Dua Opsi Krusial FIFA
Secara garis besar, terdapat dua opsi yang dapat diambil FIFA apabila Iran resmi mengundurkan diri.
Opsi pertama adalah membiarkan slot tersebut kosong tanpa pengganti. Namun, skenario ini relatif kecil kemungkinannya mengingat format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim dan telah disusun secara sistematis sejak awal.
