Beberapa menit berselang, Liverpool berhasil mencetak gol melalui sundulan Mac Allister setelah menerima umpan presisi dari Dominik Szoboszlai. Gol itu menjadi klimaks dari tekanan bertubi-tubi yang dibangun The Reds, dan dimulai dari keberanian lini belakang mereka dalam menahan serangan.
Arne Slot memuji performa anak asuhnya selepas laga. “Bradley bermain luar biasa malam ini. Menghadapi Vinícius bukan hal mudah, tapi dia membuatnya tampak sederhana. Dia disiplin, tenang, dan punya keberanian besar. Bagi saya, dia man of the match,” ujar Slot dalam konferensi pers.
Sementara itu, Vinícius tampak frustrasi. Beberapa kali ia terlihat mengeluh ke arah wasit, bahkan sempat melampiaskan emosi dengan pelanggaran ringan terhadap Bradley. Tapi sang bek muda tak terprovokasi, ia justru menjawab dengan permainan rapi dan dewasa di luar usianya.
Baca Juga:Prediksi Starting XI, Head to Head & Link Live Streaming Liverpool vs Real Madrid di Liga ChampionsDilema Strategis si ‘Rasis’ Lapangan: Arne Slot Antara Risiko dan Ambisi Jelang Liverpool vs Real Madrid
Kemenangan ini bukan hanya menghidupkan kembali peluang Liverpool lolos ke babak 16 besar, tetapi juga menandai lahirnya sosok baru di lini belakang mereka. Dalam sejarah panjang klub, Anfield sering menjadi tempat munculnya legenda, dari Carragher hingga Alexander-Arnold. Kini, nama Conor Bradley mulai menapaki jejak yang sama.
Dengan performa solid seperti ini, tak berlebihan jika publik Anfield mulai menyebutnya sebagai “The Belfast Wall” tembok pertahanan yang membungkam Vinícius dan membawa Liverpool menaklukkan Real Madrid.
