RADARCIREBON.TV – Penyelenggara kompetisi I. League sedang berusaha mengubah pandangan masyarakat terhadap sepak bola di tanah air agar tidak hanya dianggap sebagai arena rivalitas antar suporter, melainkan juga sebagai bentuk hiburan yang ramah bagi keluarga. Upaya ini diambil di tengah situasi sulit akibat larangan penonton tamu di stadion yang berdampak langsung pada jumlah pengunjung di BRI Super League 2025/2026 yang menurun.
Manajer Corporate Share Value I. League, Hanif Marjuni, mengungkapkan bahwa saat ini mereka sedang menyusun berbagai rencana agar pertandingan dapat menjadi arena rekreasi yang aman dan nyaman untuk semua kalangan. Salah satu cara yang dilakukan adalah meningkatkan fasilitas stadion, terutama area tempat duduk, kebersihan, serta keamanan agar lebih baik untuk anak-anak dan perempuan.“Sepak bola harus bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, kami ingin menciptakan suasana pertandingan yang positif, aman, dan menyenangkan,” jelas Hanif dalam acara BRI Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Solo, pada hari Kamis (6/11/2025).
Di samping peningkatan fasilitas, I. League juga memulai konsep “Family Day Match”, di mana klub dimotivasi untuk menawarkan promo tiket keluarga, area bermain anak, serta kegiatan hiburan sebelum pertandingan, seperti pertunjukan musik lokal atau pameran kuliner khas setempat. Harapannya, langkah ini dapat memberikan pengalaman menonton yang lebih beragam dan menarik bagi penonton yang datang bersama keluarga.
Baca Juga:Evaluasi Keamanan dan Kebersihan Program Makanan Bergizi Gratis di Sekolah Dasar CirebonJadwal Pemain Timnas Indonesia di Liga Europa: Aksi Calvin Verdonk, Miliano Jonathans, dan Dean James Dinanti!
I. League juga menggandeng seorang ahli dari Jepang, Takeyuki Oya, yang memiliki pengalaman selama delapan tahun di J. League. Ia berperan dalam merumuskan standar operasional baru untuk menjadikan pertandingan sepak bola di Indonesia berstandar profesional sekaligus menghadirkan unsur hiburan.Selain itu, penyelenggara juga membentuk unit khusus yang bernama Fans Engagement. Unit ini bertugas untuk memperkuat hubungan antara klub dan penggemar melalui program edukasi serta kampanye perilaku positif di stadion. Dengan langkah ini, I. League berharap dapat membangun budaya menonton yang sopan dan bersahabat bagi keluarga.
Walaupun larangan penonton tamu masih diimplementasikan berdasarkan saran PSSI dan FIFA pasca-Tragedi Kanjuruhan 2022, I. League tetap optimis bahwa transformasi ini akan menjadi langkah penting menuju ekosistem sepak bola yang lebih sehat.“Jika sepak bola dapat menjadi tempat berkumpulnya keluarga setiap akhir pekan, sangat mungkin jumlah penonton di stadion akan meningkat secara signifikan,” tutup Hanif.Dengan pendekatan ini, sepak bola di Indonesia perlahan-lahan diarahkan untuk menjadi tontonan yang aman, inklusif, dan kaya akan makna kebersamaan antar generasi.
